Pelemahan Rupiah dan Outflow Asing Tekan IHSG di Awal Pekan

Pelemahan Rupiah dan Outflow Asing Tekan IHSG di Awal Pekan
Ilustrasi. Keluarnya sejumlah saham dari MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index dalam review kuartalan Mei serta pelemahan nilai tukar rupiah  menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026). Foto: Dok. Medianesia.

Medianesia, Batam – Keluarnya sejumlah saham dari MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index dalam review kuartalan Mei serta pelemahan nilai tukar rupiah  menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026).

IHSG turun 94,34 poin atau 1,4 persen ke level 6.628. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tercatat mencapai 2,34 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,56 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 202.154 kali transaksi.

Mayoritas saham bergerak di zona merah. Sebanyak 455 saham melemah, 103 saham menguat, dan 154 saham lainnya stagnan.

Baca juga: Harga Ayam dan Daging Sapi di Tanjungpinang Naik, Pedagang Sebut Stok Mulai Berkurang

Tidak hanya di Indonesia, sejumlah indeks saham utama di kawasan Asia juga mengalami pelemahan. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,8 persen, TW Weighted Index Taiwan melemah 1,39 persen, SETi Thailand turun 1,16 persen, serta Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,4 persen.

Sementara itu, indeks KLCI Malaysia turun 0,36 persen, Straits Times Singapura melemah 0,59 persen, dan PSEi Filipina terkoreksi 0,6 persen.

Bloomberg melaporkan, BRI Danareksa Sekuritas menilai sentimen negatif datang dari keluarnya sejumlah saham dari MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index dalam review kuartalan Mei. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian pasar.

Baca juga: Tips Finansial ala Warren Buffett, Mulai dari Belanja Bijak sampai Hindari Judi

“Saat ini, kami masih memproyeksikan IHSG akan bergerak tertekan setelah level support penting sebelumnya di 6.870–7.020 tertembus dan membentuk lower low baru,” papar BRI Danareksa.

BRI Danareksa memperkirakan IHSG berpotensi bergerak menuju level 6.660–6.532 berdasarkan proyeksi fibo extension.

Pelemahan rupiah juga dinilai dapat meningkatkan potensi foreign outflow atau arus keluar dana asing.

Baca juga: Pengangguran di Kepri Tembus 76 Ribu Orang, Pemprov Dorong Investasi Baru

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa merekomendasikan saham GGRM, TINS, dan SMIL.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyoroti pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang belum menghasilkan kesepakatan besar. Kondisi tersebut dinilai memicu kekecewaan investor global.

Selain itu, konflik Amerika Serikat dan Iran masih menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar global pekan ini.

Baca juga: Senator Sekar Dwi Ajeng Dorong UMKM Kepri Kuasai AI

Phintraco juga menyebut FTSE Russell masih menunda pemeringkatan ulang indeks secara penuh, termasuk kenaikan free float dan penambahan saham baru atau IPO hingga review September mendatang.

“Diperkirakan jika IHSG breakdown level 6.700, berpotensi menguji level 6.500–6.550 pada pekan ini,” papar Phintraco.

Saham pilihan Phintraco Sekuritas hari ini meliputi CPIN, PGEO, JPFA, BTPS, SUPA, dan BULL.

Baca juga: BI Pangkas Batas Pembelian Dolar Jadi US$25 Ribu per Bulan

Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan indeks Wall Street, aksi jual investor asing, dan tekanan terhadap rupiah akan menjadi sentimen negatif tambahan bagi IHSG.

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.630–6.535 dan resistance 6.815–6.910,” terang CGS International Sekuritas.

CGS merekomendasikan saham JPFA, CPIN, TAPG, TLKM, TINS, dan GGRM untuk dicermati investor.

Baca juga: BUMD Kepri Didorong Lebih Profesional Dongkrak PAD

Panin Sekuritas juga memproyeksikan IHSG masih berpotensi melemah. Kenaikan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat disebut dapat mempengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Selain itu, tekanan terhadap rupiah dan arus keluar dana asing masih berlanjut setelah MSCI mengeluarkan 18 saham dari indeks.

Saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini yakni EMTK, RATU, dan MYOR.(*)

Editor: Brp

Pos terkait