Medianesia, Tanjungpinang – Harga ayam potong dan daging sapi di Kota Tanjungpinang, mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Pedagang menyebut kenaikan harga dipengaruhi stok yang mulai berkurang dan diperkirakan masih berlanjut hingga mendekati hari raya.
Di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, harga ayam potong saat ini dijual Rp42 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga ayam masih berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut mulai terjadi sejak sepekan terakhir.
Baca juga: Harga Naik, Inflasi Kepri April 2026 Tembus 3,06 Persen, Batam Tertinggi
“Sudah naik Rp2 ribu per kilogramnya. Naiknya karena stok ayam yang mulai berkurang,” kata Desy, pedagang ayam di Pasar Bintan Center, Minggu (17/5/2026).
Desy menjelaskan, ayam yang dijual berasal dari peternak di Kabupaten Bintan. Menurutnya, harga ayam masih berpotensi naik apabila pasokan terus menurun menjelang Idul Adha.
“Jika stok ayam normal kemungkinan harga tetap segini. Tapi kalau stok benar-benar kurang bisa naik lagi harganya,” tambahnya.
Baca juga: Indomaret Buka 3 Gerai di Tanjungpinang, Pemko Pastikan IKM Lokal Ikut Tumbuh Bareng
Tidak hanya ayam potong, harga daging beku dan daging sapi segar juga ikut naik. Saat ini, harga daging beku dijual Rp135 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp130 ribu.
Sementara itu, harga daging sapi segar kini mencapai Rp160 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp150 ribu.
“Untuk daging segar sekarang Rp160 ribu per kilogram, sebelumnya Rp150 ribu,” sebut Anto, pedagang daging di Pasar Bintan Center.
Baca juga: Jelang Iduladha, Stok Sapi Kurban di Tanjungpinang Mulai Menipis Di-booking Pembeli
Anto mengatakan kenaikan harga daging sapi sudah terjadi sejak sepekan setelah Lebaran Idul Fitri 2026. Kondisi tersebut membuat sebagian pelanggan mulai mengurangi jumlah pembelian.
Salah seorang pembeli, Rahayu, mengaku harga ayam dan daging saat ini terasa lebih mahal dibanding sebelumnya. Ia juga khawatir harga tersebut akan bertahan dalam waktu yang cukup lama.
“Sepertinya akan tetap segitu. Dulu naik jadi Rp40 ribu juga tidak turun lagi ke Rp38 ribuan. Makanya saya beli setengah kilo saja untuk makan di rumah,” pungkasnya.(Mhd)
Editor: Brp





