Medianesia, Tanjungpinang – Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kepri bersama Rebeltech Collective membawa nama Kepri ke level internasional setelah terpilih dalam program eksklusif DJI Global Core Creator.
Lewat kolaborasi ini, proses syuting dan pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Bintan dan Tanjungpinang.
Pemilihan titik pengambilan gambar tersebut merupakan rekomendasi dari Asparnas Kepri untuk menampilkan visual khas daerah.
Baca juga: Lolos Administrasi UNESCO, Pengeola Geopark Natuna Siapkan Presentasi Nasional
Ketua Asparnas DPD Kepri, Mulyadi Tan mengatakan pihaknya ikut menyiapkan tim, membantu akses lokasi, hingga mendukung koordinasi teknis selama proses produksi berlangsung.
Menurutnya, kolaborasi ini juga diharapkan bisa membuka peluang promosi wisata yang lebih luas, tidak hanya di Bintan dan Tanjungpinang, tetapi juga ke daerah lain di Kepri.
“Selain eksplorasi di Kepri, Rebeltech Collective juga melakukan ekspedisi independen ke Gunung Krakatau sebagai bagian dari pengujian kemampuan teknologi drone di lingkungan ekstrem,” kata Mulyadi, Minggu (17/5/2026).
Baca juga: Pulau Mubut Batam, Cocok Buat Liburan dan Berburu Foto Estetik
Ia menilai penggunaan drone dan konten sinematik kini menjadi bagian penting dalam promosi pariwisata modern.
Apalagi, Kepri punya banyak potensi visual mulai dari laut, pulau, budaya, hingga lanskap alam yang menarik untuk diangkat.
Karena itu, Asparnas Kepri ingin mendorong promosi wisata daerah dengan pendekatan visual yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan digital saat ini.
Baca juga: Turis Malaysia dan Singapura Makin Ramai ke Tanjungpinang, Ini Destinasi Favoritnya
Selain memperkenalkan destinasi wisata, keterlibatan tim lokal dalam proyek tersebut juga dinilai membuka peluang baru bagi kolaborasi antara komunitas kreatif, pelaku teknologi, dan industri pariwisata.
“Setelah Tanjungpinang dan Bintan, kami juga akan bergerak ke kota dan kabupaten lain di Kepri untuk ikut mempromosikan keindahan wisata daerah secara lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Founder & Lead Architect Rebeltech Collective, Budiyan mengatakan keterlibatan timnya dalam program global DJI menjadi pengalaman penting bagi perkembangan kreator teknologi di Indonesia.
Baca juga: Usai Efek Imlek, Kunjungan Wisman ke Kepri Anjlok 10,30 Persen
“Menguji dan menerbangkan Avata 360 benar-benar membuka perspektif baru bagi kami. Teknologi visual sferis 8K ini membuka ruang eksplorasi yang sangat besar bagi dunia FPV dan sinematografi udara,” pungkasnya.(Mhd)
Editor: Brp





