Rupiah Melemah ke Rp17.655 per Dolar AS, Tertekan Harga Minyak dan Yield Obligasi AS

Rupiah Melemah ke Rp17.655 per Dolar AS, Tertekan Harga Minyak dan Yield Obligasi AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026) siang. Foto: Dok. Medianesia.

Medianesia, Batam – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026) siang.

Tekanan pada rupiah terhadap dolar AS datang dari kenaikan harga minyak dunia serta melonjaknya imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS.

Baca juga: Harga Emas Antam 18 Mei 2026 Turun ke Rp2,764 Juta per Gram, Buyback Ikut Melemah

Berdasarkan data Stockbit pada pukul 12.08 WIB di pasar spot exchange, dolar Amerika Serikat naik 195 poin atau 1,12 persen ke level Rp17.655.

Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (13/5/2026), rupiah sempat ditutup menguat 53 poin ke level Rp17.475 per dolar AS.

Baca juga: Pelemahan Rupiah dan Outflow Asing Tekan IHSG di Awal Pekan

Mengutip data TradingView, mayoritas mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Kondisi tersebut dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia yang memberi tekanan pada negara-negara pengimpor minyak.

Berdasarkan data LSEG, dolar AS tercatat naik 0,2 persen terhadap peso Filipina ke level 61,683. Dolar AS juga menguat 0,4 persen terhadap won Korea Selatan ke level 1.504,00 serta naik 0,1 persen terhadap dolar Singapura ke posisi 1,2811.

Baca juga: Harga Ayam dan Daging Sapi di Tanjungpinang Naik, Pedagang Sebut Stok Mulai Berkurang

Pelaku pasar saat ini masih mencermati pergerakan harga minyak global dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang dinilai berpengaruh terhadap pergerakan mata uang Asia, termasuk rupiah.(*)

Editor: Brp

Pos terkait