Medianesia, Tanjungpinang – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diprediksi bakal mengalami kekurangan tenaga pendidik dalam jumlah besar setelah terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2026 tentang pembatasan masa tugas guru non-ASN di sekolah negeri.
Dalam aturan tersebut, guru non-ASN hanya diperbolehkan mengajar di sekolah negeri hingga 31 Desember 2026.
Kebijakan itu diperkirakan berdampak luas terhadap dunia pendidikan, termasuk di wilayah Kepulauan Riau yang selama ini masih bergantung pada tenaga guru non-ASN.
Baca juga: Kepri Masih Kekurangan Guru, Pemprov Ajukan Formasi CPNS
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kepri, Parida, mengatakan kondisi kekurangan guru di Kepri saat ini sudah cukup terasa, terutama di daerah pulau dan sekolah-sekolah tertentu.
“Jika diterapkan, pastinya kita mengalami kekosongan guru. Karena sekarang saja sudah kekurangan,” kata Parida, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan, selama ini guru non-ASN menjadi penopang utama untuk menutupi keterbatasan jumlah guru di sekolah negeri, baik jenjang SD, SMP maupun SMA dan SMK.
Baca juga: Pemkab Bintan Siapkan Arah Pembangunan 20 Tahun ke Depan
Karena itu, PGRI berharap pemerintah pusat dapat kembali mengevaluasi kebijakan tersebut sebelum diterapkan secara penuh.
Menurutnya, PGRI Kepri juga telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pengurus pusat agar dicarikan solusi yang tidak merugikan dunia pendidikan maupun para tenaga pendidik.
Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah di Kepri segera membuka penerimaan ASN formasi guru guna mengantisipasi kekurangan tenaga pengajar.
Baca juga: Kepri Terima 8 Ekor Sapi Bantuan Kurban Presiden, Bobot Capai 1 Ton
“Tapi hanya khusus untuk guru non-ASN yang terdaftar di BKN saja,” ujarnya.
Parida juga meminta pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Kepri tetap memperhatikan kesejahteraan guru non-ASN, termasuk memastikan penganggaran gaji mereka selama masa transisi kebijakan berlangsung.
“Untuk jumlahnya masih kita data. Hampir setiap sekolah ada, terutama di pulau-pulau,” katanya.
Baca juga: WNA China Pengemudi Fortuner Tabrak Pemotor hingga Tewas di Tanjungpinang
Ia turut mengimbau para guru non-ASN agar mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan dibukanya seleksi ASN formasi guru oleh pemerintah.
“Kami minta guru-guru non-ASN tetap mempersiapkan diri jika nanti ada pembukaan ASN formasi guru,” pungkasnya.(Mhd)
Baca juga: WNA Asal Singapura Curhat Dipungli di Sekupang Batam
Editor: Brp





