Kepri Masih Kekurangan Guru, Pemprov Ajukan Formasi CPNS

formasi CPNS guru
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan kebutuhan guru masih cukup tinggi, terutama di jenjang SMA dan SMK negeri yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri. Foto: Mhd/Medianesia

Medianesia, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berencana membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk formasi guru guna mengatasi kekurangan tenaga pengajar di berbagai sekolah.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan kebutuhan guru masih cukup tinggi, terutama di jenjang SMA dan SMK negeri yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri.

“Sudah kita analisis, guru memang kita butuhkan. Terutama setiap tahun ada penambahan sekolah-sekolah,” kata Ansar, Senin, 4 Mei 2026.

Baca juga: UMRAH Perkuat Riset Daerah, 5 Pusat Studi dan MITC Resmi Beroperasi

Menurutnya, Pemprov Kepri telah melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik di masing-masing sekolah.

Hasilnya menunjukkan adanya kekurangan guru yang perlu segera diatasi agar proses belajar mengajar tetap optimal.

Untuk itu, Pemprov Kepri berencana membuka rekrutmen CPNS, khususnya bagi tenaga pendidik.

Baca juga: Tak Perlu ke Tanjung Uban, Rute Roro Dompak–Batam Dikaji

Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kita akan ke Kemenpan untuk melihat kemungkinan membuka lagi tes penerimaan guru. Tapi ini menyangkut kekuatan anggaran kita, jadi akan dibahas terlebih dahulu,” ujarnya.

Ansar berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan terhadap upaya pemenuhan tenaga pendidik di daerah, terutama di wilayah padat penduduk dan kawasan kepulauan yang memiliki keterbatasan akses.

Baca juga: Batam Dikebut Jadi Hub Data Center, Tapi Terancam Krisis Air Bersih?

Jika seluruh proses berjalan lancar, rekrutmen CPNS formasi guru tersebut diharapkan bisa dilaksanakan tahun ini.

Dengan demikian, para guru yang lolos seleksi dapat mulai bertugas pada tahun ajaran 2027.

“Kalau memungkinkan kita minta tahun ini, mungkin akhir tahun, sehingga tahun depan mereka sudah bisa mulai bertugas,” pungkasnya.(Mhd)

Baca juga: Fakta Sidang Korupsi Pelabuhan Batu Ampar Batam, Audit BPK Beberkan Kerugian Rp30 M

Editor: Brp

Pos terkait