Roro Dompak–Batam Pernah Dikaji, DPRD Kepri Sebut Terkendala Jarak dan Biaya

roro dompak-batam terkendala
Anggota DPRD Kepri, Rudi Chua, mengungkapkan kajian rute roro Dompak-Punggur Batam pernah dilakukan sekitar tahun 2015–2016 bersama PT ASDP Indonesia Ferry. Foto: Dok. Medianesia

Medianesia, Tanjungpinang – Wacana pembukaan layanan kapal roll-on/roll-off (roro) rute Dompak–Punggur, Batam, ternyata bukan hal baru.

Sekitar satu dekade lalu, rencana tersebut sudah pernah dibahas, namun urung direalisasikan karena pertimbangan jarak tempuh dan biaya operasional yang tinggi.

Anggota DPRD Kepri, Rudi Chua, mengungkapkan kajian rute tersebut pernah dilakukan sekitar tahun 2015–2016 bersama PT ASDP Indonesia Ferry.

Baca juga: Tak Perlu ke Tanjung Uban, Rute Roro Dompak–Batam Dikaji

Dalam kajian itu, diketahui jarak tempuh rute Dompak–Punggur jauh lebih panjang dibandingkan rute eksisting Tanjung Uban–Punggur.

Jika saat ini penyeberangan dari Tanjung Uban ke Punggur memakan waktu sekitar satu jam, maka rute dari Dompak diperkirakan bisa mencapai empat kali lipat lebih lama.

“Dengan jarak tempuh yang lebih panjang, biaya operasional juga ikut meningkat. Perkiraan tarifnya bisa dua kali lipat dari rute Tanjung Uban–Punggur,” ujarnya.

Baca juga: Jadwal Kapal KM Tidar 7-21 Mei 2026, Rute Kijang, Tanjung Priok, Surabaya hingga Kupang

Saat ini, tarif penyeberangan roro rute Tanjung Uban–Punggur untuk kendaraan roda empat berada di kisaran Rp311 ribu. Jika rute Dompak dibuka, biaya tersebut berpotensi meningkat signifikan.

Menurut Rudi, faktor tersebut menjadi alasan utama rencana pembukaan rute Dompak–Batam belum dapat direalisasikan hingga kini.

Sebagai solusi alternatif, ia menilai upaya paling realistis untuk mengurai kepadatan penumpang dan kendaraan adalah dengan menambah fasilitas dermaga di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban.

Baca juga: Ratusan Pakaian dan Sepatu Bekas Ilegal Diselundupkan ke Batam

Selama ini, pelabuhan tersebut hanya memiliki satu dermaga sandar, sehingga operasional kapal roro harus dilakukan secara bergantian.

“Kalau dua kapal datang bersamaan, salah satu harus menunggu di laut. Ini yang menyebabkan antrean dan keterlambatan,” jelasnya.

Penambahan dermaga menjadi dua unit dinilai penting, terutama untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada akhir pekan dan hari libur panjang, mengingat rute Tanjung Uban–Batam merupakan jalur penyeberangan yang padat.

Baca juga: BUMD Kepri Didorong Lebih Profesional Dongkrak PAD

Rudi juga mendorong Pemerintah Provinsi Kepri agar terus mengawal rencana pembangunan dermaga tambahan tersebut agar tidak tertunda.

“Harus terus dikawal. Jangan sampai rencana ini hilang karena efisiensi anggaran,” katanya.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi aspirasi masyarakat yang mendorong pembukaan rute kapal roro Dompak ke Batam sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kepulauan Riau.(Ism)

Baca juga: 19 Pelajar SMA/SMK di Kepri Tidak Lulus

Editor: Brp

Pos terkait