Medianesia, Tanjungpinang – Harga daging beku di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Saat ini, harga daging impor tersebut telah mencapai Rp135 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp130 ribu per kilogram.
Kenaikan harga itu terjadi dalam sepekan terakhir di sejumlah pasar tradisional di ibu kota Provinsi Kepri, salah satunya di Pasar Bintan Center.
Salah seorang pedagang daging sapi di pasar tersebut, Angga, mengatakan kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya harga pasokan daging dari Batam, yang menjadi salah satu sumber distribusi utama ke Tanjungpinang.
Baca juga: Pekerja di Batam Diminta Laporkan Jika THR Belum Dibayar Perusahaan
“Sekarang Rp135 ribu per kilogram, memang naik dari minggu lalu. Sebelumnya masih sekitar Rp130 ribu,” kata Angga, Selasa, 10 Maret 2026.
Angga memperkirakan harga daging beku masih berpotensi mengalami kenaikan menjelang Idul Fitri, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Selain daging beku, harga daging sapi segar juga sudah mengalami kenaikan. Saat ini, daging segar dijual sekitar Rp160 ribu per kilogram, dan diprediksi bisa menembus Rp170 ribu per kilogram mendekati hari raya.
Baca juga: Ribuan Petugas Kebersihan dan Disabilitas di Batam Terima Bantuan
“Harga daging beku pasti naik lagi saat mendekati lebaran, sama seperti daging segar,” ujarnya.
Meski harganya naik, penjualan daging beku justru meningkat. Hal itu disebabkan banyak masyarakat beralih dari daging segar yang harganya lebih mahal.
Menurut Angga, penjualan daging beku di kiosnya kini bisa mencapai 100 kilogram per hari, meningkat dibanding hari biasa yang hanya puluhan kilogram.
“Penjualan daging beku malah naik. Biasanya hanya puluhan kilogram saja,” ungkapnya.
Baca juga: Wamendag Pantau Harga Sembako di Batam, Cabai Putih Disebut Turun
Sementara itu, seorang ibu rumah tangga di Tanjungpinang, Rina, menilai harga daging beku saat ini sudah cukup mahal karena hampir menyamai harga daging segar.
“Kalau daging segar sekarang mahal sekali, jadi kadang beli daging beku saja untuk masak di rumah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat mencari solusi untuk menekan harga daging di pasaran, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan masyarakat biasanya meningkat.
“Semoga saja harga bisa turun. Karena setiap tahun harga daging pasti naik. Daging segar dulu sekitar Rp100 ribu, sekarang sudah hampir Rp200 ribu,” pungkasnya.(Mhd)
Editor: Brp





