Ekonomi Kepri Tumbuh 7,04 Persen di Triwulan I 2026

ekonomi kepri tumbuh
Ilustrasi Tugu Provinsi Kepri. Perekonomian Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan 7,04 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada triwulan I 2026. Foto: Ismail

Medianesia, Tanjungpinang – Perekonomian Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan 7,04 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada triwulan I 2026.

Namun, secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi justru mengalami kontraksi 3,54 persen, menandakan pemulihan yang belum sepenuhnya stabil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, capaian ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tumbuh sebesar 5,16 persen.

Baca juga: Jadwal Kapal KM Tidar 7-21 Mei 2026, Rute Kijang, Tanjung Priok, Surabaya hingga Kupang

Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, menyebut pertumbuhan tertinggi secara tahunan berasal dari sektor pertambangan dan penggalian sebesar 23,19 persen. Disusul jasa lainnya 13,12 persen serta pengadaan listrik dan gas 11,46 persen.

“Industri pengolahan memberikan andil pertumbuhan tertinggi sebesar 2,50 persen, diikuti pertambangan dan penggalian sebesar 2,14 persen, serta perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,76 persen,” ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Meski tumbuh secara tahunan, ekonomi Kepri pada triwulan I 2026 terkontraksi 3,54 persen dibanding triwulan IV 2025.

Baca juga: Roro Dompak–Batam Pernah Dikaji, DPRD Kepri Sebut Terkendala Jarak dan Biaya

Di sisi lain, beberapa sektor tetap mencatat pertumbuhan, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 5,82 persen, jasa perusahaan 3,66 persen, serta informasi dan komunikasi 3,16 persen.

Sementara itu, kontraksi terbesar disumbang sektor konstruksi sebesar 1,36 persen, diikuti pertambangan dan penggalian 1,00 persen serta industri pengolahan 0,90 persen.

Dari struktur ekonomi, industri pengolahan masih mendominasi dengan kontribusi 42,42 persen, diikuti konstruksi 19,59 persen dan perdagangan besar serta eceran 9,66 persen.

Baca juga: BI Pangkas Batas Pembelian Dolar Jadi US$25 Ribu per Bulan

Toto juga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera secara keseluruhan berada di angka 5,13 persen, dengan Provinsi Sumatera Selatan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 23,50 persen. Sementara Kepri berada di posisi kelima dengan kontribusi sebesar 7,30 persen.

Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen mengalami pertumbuhan, dengan konsumsi pemerintah menjadi yang tertinggi sebesar 18,02 persen.

“Komponen yang memiliki andil pertumbuhan terbesar adalah pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 3,02 persen, diikuti konsumsi rumah tangga sebesar 1,80 persen,” pungkasnya.(Mhd)

Baca juga: BUMD Kepri Didorong Lebih Profesional Dongkrak PAD

Editor: Brp

Pos terkait