Medianesia, Tanjungpinang – Anggota DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Ismiyati, menyebut masih minimnya ketersediaan buku rujukan sebagai sumber belajar di sekolah-sekolah di Kepri, khususnya di Kota Tanjungpinang.
Menurut Ismiyati, peningkatan mutu pendidikan perlu dimulai dari pemenuhan sumber belajar yang memadai, salah satunya melalui penyediaan buku rujukan yang beragam dan berkualitas di perpustakaan sekolah.
Baca juga: 712 Pelajar Berebut Jadi Paskibraka Batam 2026, Lihat Tahapan Seleksinya
Ia menilai, perpustakaan tidak seharusnya hanya menyediakan buku pelajaran, tetapi juga perlu dilengkapi dengan buku yang dapat menambah wawasan siswa dan mahasiswa.
“Tidak hanya buku pelajaran, tetapi juga buku yang bisa memperluas wawasan pelajar,” kata Ismiyati, Rabu (2/1/2026).
Berdasarkan hasil reses tahun 2025 yang dilakukannya di Tanjungpinang, ia menemukan bahwa sebagian perpustakaan sekolah masih kekurangan buku rujukan.
Baca juga: 41 Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se-Kepri Dirotasi
Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan pelajar dalam memperoleh referensi tambahan untuk menunjang pembelajaran.
Ia menjelaskan, apabila buku tersedia dengan cukup, pelajar hingga mahasiswa tidak perlu mencari referensi ke luar daerah.
Menurutnya, pembahasan mengenai mutu pendidikan tidak terlepas dari ketersediaan sumber belajar yang memadai.
Baca juga: Pemkab Bintan Salurkan 6.434 Seragam Sekolah Gratis Sepanjang 2025
Selain itu, Ismiyati menegaskan bahwa pelajar berhak mendapatkan akses terhadap sumber literasi yang berkualitas, tidak hanya dari buku pelajaran, tetapi juga dari buku pengetahuan umum dan referensi lain yang telah tersertifikasi.
“Buku pengetahuan umum juga perlu disediakan, tentu yang sudah tersertifikasi, agar ilmu yang diperoleh memiliki kualitas yang baik,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih serius memperhatikan pemenuhan buku rujukan di sekolah-sekolah.
Baca juga: Pemprov Kepri Bangun 2 SMK Negeri Baru di Batam, Anggaran Rp10 Miliar
Ismiyati juga mendorong penguatan literasi tidak hanya melalui buku cetak, tetapi juga dengan pengembangan perpustakaan digital agar akses sumber belajar dapat menjangkau pelajar secara lebih luas dan merata di Kepulauan Riau.(Mhd)
Editor: Brp





