Di tahun 2019 Batam penyumbang wisman terbesar hampir 2 juta kunjungan. Jika digabungkan dengan Kepri nomor dua setelah Bali.
“Di masa pandemi kita berupaya mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Kemudian 15 Juni lalu, Wali Kota Batam mengizinkan untuk berkegiatan dengan syarat menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” katanya.
Kemudian mendekati akhir tahun Kemenparekraf mengelontarkan kebijakan dimana memberikan dana hibah untuk membantu hotel dan restoran. Batam masuk 10 besar penerima hibah, indikasinya dari pajak 24 persen berasal dari sektor pariwisata hotel dan restoran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf,” ucapnya.(lisa)





