Medianesia, Tanjungpinang – Misni resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau, Senin, 27 April. 2026. Pelantikan ini menjadi catatan sejarah baru karena Misni merupakan perempuan pertama yang menduduki jabatan Sekda di Provinsi Kepri.
Penunjukan Misni menjadikannya salah satu figur perempuan paling berpengaruh di lingkungan birokrasi Kepri.
Sebagai Sekda, ia menempati posisi strategis sebagai pejabat tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintah provinsi sekaligus motor penggerak roda administrasi pemerintahan.
Baca juga: Misni Resmi Jabat Sekda Kepri Definitif
Pelantikan dilakukan setelah seluruh proses seleksi dan administrasi rampung, termasuk terbitnya surat keputusan dari Presiden RI.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengatakan jabatan Sekda memiliki peran vital dalam membantu kepala daerah mewujudkan visi dan misi pembangunan.
“Semua proses sudah dilalui dan alhamdulillah Presiden sudah menerbitkan SK, maka hari ini dilantik. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak, Kementerian Dalam Negeri, KemenPAN-RB, dan Setneg,” ujar Ansar.
Baca juga: Hoaks Makin Merajalela, Diskominfo Kepri Minta Media Jadi Garda Terdepan Informasi Akurat
Ansar menegaskan, Sekda bukan sekadar jabatan administratif, tetapi posisi sentral dalam mengorganisasi jalannya pemerintahan, memperkuat kualitas birokrasi, dan memastikan program daerah menghasilkan dampak nyata.
“Peran Sekda sangat besar, termasuk bagaimana ASN bisa berkualitas dengan prinsip menghasilkan outcome dari program yang diselenggarakan,” katanya.
Selain itu, Sekda juga dituntut mampu membangun koordinasi lintas sektor, baik dengan Forkopimda maupun instansi vertikal di Kepri.
Baca juga: Keren, Gubernur Ansar Ahmad Bawa Kepri Raih 2 Penghargaan Nasional di NGA 2026
“Kalau koordinasi berjalan baik, maka Sekda akan memberikan peran maksimal,” tambahnya.
Ansar menyebut rekam jejak Misni selama memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah menjadi salah satu alasan utama penunjukannya.
Menurut dia, saat menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB, Misni mencatat banyak prestasi dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Baca juga: Misni Dijadwalkan Dilantik Jadi Sekda Kepri, Papan Bunga Mulai Berjejer di Gedung Daerah
Kemudian saat memimpin Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang), ia dinilai berhasil membangun jaringan kerja yang kuat dengan pemerintah pusat.
“Catatan beliau cukup banyak sebagai bahan pertimbangan kami, terutama prestasi di beberapa OPD yang pernah dipimpin,” ujar Ansar.
Usai dilantik, Misni menegaskan akan menjalankan arahan gubernur dengan menjaga komunikasi, kolaborasi, dan integritas bersama seluruh OPD serta instansi terkait.
Baca juga: Dwi Ajeng Sekar Respaty Siap Bersinergi dengan AMSI Kepri
“Pesan gubernur sudah jelas, menjaga komunikasi, kolaborasi, dan integritas dengan OPD maupun instansi yang mendukung program pembangunan Provinsi Kepri,” katanya.
Ia menambahkan, Sekda harus mampu membangun hubungan kerja yang solid dalam urusan administrasi kepegawaian, keuangan, serta menyukseskan program OPD sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kepri 2025–2029.
Profil Singkat dan Perjalanan Karier
Wanita dengan nama lengkap Misni ini lahir di Silau Jawa pada 16 Mei 1973. Riwayat pendidikannya dimulai dari SDN 001 Asahan, SMP Alwashliyah Asahan, SMAN 2 Kisaran, kemudian melanjutkan S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Sumatera Utara dan S2 Ilmu Sosial dan Pemerintahan di Universitas Padjadjaran.
Baca juga: Pengurus AMSI Kepri 2025–2028 Dilantik, Siap Perkuat Media Digital Berkualitas
Misni memiliki perjalanan karier panjang di birokrasi Pemprov Kepri. Sejumlah jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan (2014–2016), lalu Sekretaris Korpri (2016–2017).
Selanjutnya, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (2017–2023), Kepala Barenlitbang Kepri (2023–2025), dan Asisten III Setdaprov Kepri (2025–2026).
Ia dikenal sebagai birokrat yang matang dalam urusan pemerintahan, perencanaan, hingga penguatan sumber daya aparatur.
Baca juga: 4 Terdakwa Korupsi Jembatan Marok Kecil Dituntut 3–3,6 Tahun Penjara
Pelantikan Misni tak hanya menandai pergantian jabatan, tetapi juga simbol terbukanya ruang kepemimpinan perempuan di level tertinggi birokrasi daerah.
Dengan pengalaman panjang dan jejaring yang luas, publik menaruh harapan agar Misni mampu memperkuat reformasi birokrasi, mempercepat pelayanan publik, serta mengawal pembangunan Kepri ke arah yang lebih progresif.(Mhd/Ism)
Editor: Brp





