Kegiatan terakhir sebelumnya dicanangkan digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Namun berkat kegigihan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbdupar) Kota Batam, Ardiwinata akhirnya kegiatan tersebut digelar di Kota Batam.
“Pak Ardi (Kadisbudpar Kota Batam) telpon saya meminta agar kegiatan ini juga dibuat di Batam dan setelah dibicarakan akhirnya terlaksana di Batam. Terima kasihlah kepada Pak Ardi,” terangnya.

Ia menyampaikan angka covid-19 masih bertambah. Sebagai garda terdepan untuk masyarakat calon wisatawan nusantara ia menekankan tiga pilar utama harus diterapkan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.
Sebelumnya ia berbicara dengan duta Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, dan New Zealand. Di Kepri sendiri pasarnya yakni berasal dari Singapura dan Malaysia.
Untuk negara Malaysia sendiri mengizinkan masyarakatnya keluar daerah ke destinasi wisata yang beresiko rendah. Indonesia pada posisi medium, oleh karena itu Malaysia belum mengizinkan warganya untuk datang.
“Tantangan kita mengubah dari medium risk menjadi low risk,” pintanya.
Indonesia ada kesepakatan Travel Coridor Arrangment (TCA) yang diperuntukkan bagi WNI dan warga negara Singapura yang ingin melakukan perjalanan bisnis, perjalanan diplomatik dan kedinasan.
“Semua berharap TCA ini dapat diperluas untuk wisatawan dengan persyaratan kesehatan dan sponsor menjadi tugas kita bersama,” ucapnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf atas terselenggaranya pameran nusantara di Kota Batam. Batam merupakan daerah strategis berdekatan dengan dua negara Singapura dan Malaysia.





