AJI Tanjungpinang dan BPBD Bintan Edukasi Warga Soal Mitigasi Buaya

mitigasi buaya
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan menggelar dialog interaktif terkait mitigasi dan penanganan buaya di kawasan muara dan perairan Teluk Bintan, Rabu, 20 Mei 2026. Foto: Dok. AJI Tanjungpinang

Medianesia.id, Bintan – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan menggelar dialog interaktif terkait mitigasi dan penanganan buaya di kawasan muara dan perairan Teluk Bintan, Rabu, 20 Mei 2026.

Kegiatan yang melibatkan masyarakat pesisir, nelayan, perangkat desa, dan aparat keamanan itu bertujuan meningkatkan pemahaman warga dalam menghadapi risiko kemunculan satwa liar di wilayah perairan.

Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana, mengatakan dialog tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya nelayan, agar memahami langkah pencegahan hingga mekanisme pelaporan saat buaya muncul di sekitar permukiman.

Baca juga: Catat Jadwalnya, AJI Tanjungpinang Adakan Nobar Film Dokumenter Pesta Babi

“Acara ini menghadirkan pemateri dari BPBD Bintan, LKP Pekanbaru Satpel Tanjungpinang, Polsek Teluk Bintan, dan AJI Tanjungpinang,” ujarnya.

Menurutnya, muara Teluk Bintan merupakan kawasan penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari penangkapan ikan, udang, kepiting bakau, hingga hasil laut lainnya. Namun kawasan tersebut juga menjadi habitat alami buaya muara.

Sutana juga menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Media (Fesmed) AJI Indonesia 2026. AJI Tanjungpinang bersama AJI Batam dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Fesmed Nasional yang akan digelar pada September 2026 mendatang.

Baca juga: AJI Tanjungpinang Gelar Diskusi Kebebasan Pers di Pulau Penyengat, Serukan Perlindungan untuk Jurnalis

Dalam pemaparannya, Fungsional Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir (PELP) Loka Pengelolaan Kelautan (LKP) Pekanbaru Satpel Tanjungpinang, Ronald Raditya Kesatria Sinaga, menjelaskan meningkatnya kemunculan buaya di dekat permukiman dipicu limbah makanan dan kerusakan hutan mangrove akibat ekspansi permukiman.

“Karena itu diperlukan pemetaan tata ruang wilayah agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menangkap, melukai, atau membunuh buaya tanpa prosedur resmi karena satwa tersebut dilindungi undang-undang dan konvensi internasional.

Baca juga: Warga Senggarang Diserang Buaya Saat Cari Gonggong di Tanjung Sebauk

Sementara itu, Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Bintan, Wiryawan Wira, mengatakan pihaknya tengah merancang pembentukan satuan tugas (satgas) penanganan buaya hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Habitat buaya di Kabupaten Bintan berada di Kecamatan Tambelan dan Teluk Bintan,” ujarnya.

Kapolsek Teluk Bintan, M Yodia Yari, turut mengimbau masyarakat segera melapor kepada pihak kepolisian apabila melihat kemunculan buaya di sekitar permukiman warga.

Baca juga: Buaya 4 Meter Terjerat Jaring Nelayan di Tanjungpinang

Selain mitigasi satwa liar, kegiatan tersebut juga diisi edukasi literasi digital oleh Bidang Organisasi AJI Tanjungpinang, Ogen.

Dalam sesi itu, masyarakat diajarkan memverifikasi informasi dan foto di media sosial menggunakan Google Lens.

“Hasil penelusuran menunjukkan foto buaya yang diklaim masuk rumah warga ternyata berasal dari Bangka Belitung, bukan Tanjungpinang,” pungkasnya.(*)

Baca juga: Nelayan di Bintan Tewas Diterkam Buaya

Editor: Ism

Pos terkait