Medianesia, Tanjungpinang – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Tanjungpinang memprediksi puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 di wilayah Kepulauan Riau akan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026.
Lonjakan penumpang diperkirakan terjadi melalui Pelabuhan Sei Kolak Kijang, Kabupaten Bintan.
Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, mengatakan jumlah pemudik yang menggunakan kapal Pelni tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau perkiraan kita jumlah penumpang naik sekitar 8 sampai 9 persen dari tahun lalu,” kata Putra, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pada puncak arus mudik nanti diperkirakan lebih dari 3.000 penumpang akan berangkat menggunakan dua kapal Pelni yang melayani rute dari Pelabuhan Kijang, yakni KM Tidar dan KM Bukit Raya.
KM Tidar diprediksi mengangkut sekitar 2.000 penumpang, sedangkan KM Bukit Raya diperkirakan membawa lebih dari 1.000 penumpang.
Kedua kapal tersebut akan mengangkut pemudik menuju sejumlah wilayah di Kepulauan Riau hingga luar daerah, seperti Anambas, Natuna hingga Surabaya.
Meski demikian, Pelni Tanjungpinang saat ini masih menunggu keputusan pemerintah terkait pengajuan dispensasi penambahan kapasitas penumpang selama periode mudik Lebaran.
“Jika disetujui, akan ada penambahan penumpang sesuai dispensasi yang diberikan. Yang kita ajukan sekitar 45 persen dari kapasitas kapal,” jelasnya.
Sementara itu, penjualan tiket kapal Pelni dari Pelabuhan Kijang masih terus dibuka. Namun jumlah penumpang tambahan masih menunggu persetujuan dispensasi dari pemerintah pusat.
Di sisi lain, Pelni Tanjungpinang memastikan tidak mendapatkan kuota program mudik gratis pada Lebaran tahun ini. Program tersebut hanya tersedia untuk rute tertentu.
“Memang kita tidak mendapatkan kuota. Di Kepri yang ada mudik gratis hanya tujuan Batam–Belawan saja,” pungkasnya.(Mhd)
Editor: Brp





