oleh

Nasib Suku Laut Kepri, Terhimpit Pesatnya Pembangunan, Tergadai Karena Rusaknya Lautan

Medianesia.id, Batam-Tata cara hidup dan aktivitasnya yang banyak diatas laut, menjadi suku laut di Provinsi Kepri disematkan sebagai Komunitas Adat Terpencil. 

Namun dibaliknya, pesatnya pembangunan daerah, majunya teknologi, komunitas ini yang harus dijadikan sebagai aset daerah, belum mendapatkan sentuhan yang berpihak kepada keberlangsunganya, baik di laut maupun di darat. 

Jam ditangan menujukan pukul 13.00 pada Kamis (16/5/2024) lalu. Sebuah speed boat melaju ditengah laut yang sedang tenang menuju Pulau Tanjungsauh, Nongsa, Kota Batam. 

Kapal cepat ini, membawa sejumlah komunitas riset dan tim advoasi tergabung dalam Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) siang itu. 

Dua perempuan di Perkampungan Suku Laut Air Mas terlihat duduk di serambi rumah, tatapan mereka kosong. Meskipun sekali-sekali terdengar mereka berkomunikasi dengan bahasanya. 

Dari sorot wajah mereka, seolah menggambarkan dengan jelas tantangan yang dihadapi masyarakat mereka. 

“Masih terjadi banyak perkawinan usia anak di suku Laut ini. Anak-anak kami kurang tertarik dengan pendidikan, meski telah disediakan sarana transportasi seperti sampan atau kapal,” ucap Nurliana (41) menjawab pertanyaan.  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *