Tak Perlu ke Tanjung Uban, Rute Roro Dompak–Batam Dikaji

roro dompak-batam
Pelabuhan roro Dompak, Tanjungpinang. Foto: Ismail

Medianesia, Tanjungpinang – Wacana pembukaan rute penyeberangan kapal Ro-Ro (roll on-roll off) dari Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang menuju Batam mulai mengemuka.

Rencana ini dinilai dapat menjadi solusi atas kebutuhan mobilitas masyarakat Tanjungpinang yang selama ini harus menempuh perjalanan lebih jauh melalui Kabupaten Bintan.

Saat ini, layanan kapal Ro-Ro di Pulau Bintan untuk rute ke Batam hanya tersedia melalui Pelabuhan Ro-Ro Tanjung Uban. Bagi warga Tanjungpinang, akses menuju pelabuhan tersebut memakan waktu perjalanan darat sekitar satu jam.

Baca juga: Batam Dikebut Jadi Hub Data Center, Tapi Terancam Krisis Air Bersih?

Padahal, tidak sedikit warga Tanjungpinang yang membawa kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil, saat bepergian ke Batam.

Jika rute langsung dari Dompak ke Batam dibuka, masyarakat Tanjungpinang dapat mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Tanjung Uban yang kerap selama ini dikeluhkan. Terutama, pada akhir pekan dan hari libur nasional dan keagamaan.

Bahkan, diperkirakan dapat menghemat waktu tempuh secara signifikan. Selain itu, biaya operasional perjalanan darat menuju Tanjung Uban juga dapat ditekan.

Baca juga: Fakta Sidang Korupsi Pelabuhan Batu Ampar Batam, Audit BPK Beberkan Kerugian Rp30 M

Saat ini, Pelabuhan Ro-Ro Dompak hanya melayani rute terbatas menuju Lingga dan Karimun dengan frekuensi pelayaran yang masih terbatas, yakni beberapa kali dalam sepekan. Kondisi tersebut juga membuat potensi pelabuhan Dompak belum dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Junaidi, mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terkait kemungkinan pembukaan rute baru Dompak–Batam.

“Kami akan lakukan kajian terlebih dahulu. Ini tentu menjadi masukan yang baik,” ujarnya.

Baca juga: PASI Tanjungpinang Akui Rekrut Atlet Popda di Luar Seleksi Terbuka

Selain kajian teknis dan kebutuhan pasar, Dishub Kepri juga akan berkoordinasi dengan ASDP Indonesia Ferry terkait ketersediaan armada.

Menurut Junaidi, keterbatasan kapal kerap menjadi kendala utama dalam pembukaan rute penyeberangan baru di wilayah Kepulauan Riau.

“Armada ini yang sering menjadi tantangan. Karena untuk membuka rute baru, harus dipastikan ketersediaan kapal dan kelayakan operasionalnya,” jelasnya.

Baca juga: Dugaan Titipan Atlet Warnai Seleksi Popda Kepri 2026

Wacana pembukaan rute ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Kepri, khususnya antara Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi dengan Batam sebagai pusat ekonomi.

Jika terealisasi, rute Dompak–Batam berpotensi meningkatkan arus barang dan orang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah.(Ism)

Editor: Brp

Pos terkait