Kasus COVID-19 di Sumbar Melonjak 233 kasus, 5 Daerah Zona Risiko Sedang

Medianesia.id , Padang – Kasus positif COVID-19 di Sumatera Barat melonjak signifikan 233 kasus pada Minggu (6/9) dengan tambahan terbanyak di Kota Padang.

“Berdasarkan pemeriksaan 3.138 spesimen di Labor Fakultas Kedokteran Unand dan Labor Veterenir Baso, terkonfirmasi 233 orang positif hari ini,” kata Juru Bicara COVID-19 Sumbar, Jasman di Padang, Minggu.

Ia mengatakan itu adalah lonjakan tertinggi kasus positif sejak COVID-19 terdeteksi di Sumbar 26 Maret 2020.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut penambahan terjadi pada 13 daerah dan pemeriksaan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Daerah itu masing-masing Kota Padang yaitu penambahan 60 orang, Kabupaten Agam 35 orang, Bukittinggi 31 orang, Padang Panjang 22 orang, Pesisir Selatan 16 orang.

Lalu Kota Solok 10 orang, Payakumbuh sembilan orang, Kabupaten Solok enam orang, Tanah Datar lima orang, BIM empat orang, Kota Pariaman dua orang, Limapuluh Kota, Padang Pariaman dan Pasaman Barat masing-masing satu orang.

Jasman menyebut Gubernur Sumbar sudah mengeluarkan surat Nomor 433.3/566/P2P-Dinkes/IX/2020 tentang Pelaksanaan Implementasi Sektor Berdasarkan Status Zonasi Daerah pada 1 September 2020 untuk mengantisipasi lonjakan itu.

Zonasi itu disusun berdasarkan hasil analisis dan perhitungan data di Dinas Kesehatan Sumbar pada minggu ke-25 (data terakhir tanggal 30 Agustus 2020) masa pandemi COVID-19.