Medianesia, Tanjungpinang – Kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disebut-sebut akan berlaku mulai 1 April 2026 mulai beredar di tengah masyarakat.
Warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pun diliputi kekhawatiran, terutama terkait kemungkinan naiknya harga BBM subsidi jenis Pertalite.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026
Petugas pengawas SPBU di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Aziz, mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi dari Pertamina terkait perubahan harga BBM tersebut.
“Dari Pertamina juga belum ada informasi resmi. Untuk persis naiknya kapan, juga belum dapat informasi,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menegaskan, harga BBM baik subsidi maupun nonsubsidi masih normal. Saat ini, Pertalite masih di kisaran Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.500 per liter, dan Pertamax Turbo di atas Rp11.000 per liter.
Baca juga: Pengisian BBM di Tanjungpinang Terganggu Akibat Gangguan Jaringan
Menurut Aziz, berdasarkan informasi yang beredar, kenaikan harga kemungkinan hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi, seperti Pertamax.
Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan solar belum dipastikan akan mengalami penyesuaian harga.
“Nanti kita tunggu saja 1 April, apakah naik atau tidak. Dari informasinya hanya BBM nonsubsidi,” tambahnya.
Baca juga: Belanja Pegawai Pemprov Kepri 2026 Capai 40 Persen
Salah seorang pengendara, Aldi, mengaku sudah mendengar kabar rencana kenaikan harga BBM tersebut. Ia pun memilih mengisi penuh tangki kendaraannya sebagai langkah antisipasi.
“Iya, katanya mau naik. Makanya ini saya isi penuh biar bisa lebih hemat beberapa hari ke depan,” ujarnya.(Mhd)
Editor: Brp





