oleh

Gejolak Pasca Akuisisi: Tokopedia Dikabarkan Lakukan PHK 9 Persen Karyawan

Medianesia.id, Batam – Pasca diakuisisi oleh ByteDance, induk perusahaan TikTok, pada Januari 2024, Tokopedia dikabarkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 9% karyawannya.

Hal ini dilakukan sebagai upaya efisiensi biaya setelah penggabungan dengan TikTok Shop.

Menurut laporan Bloomberg, PHK ini akan dilakukan secepatnya pada bulan Juni 2024 ini. Jumlah pasti karyawan yang terkena PHK masih dalam diskusi dan bisa berubah tergantung kondisi.

Langkah ini diambil ByteDance untuk menekan pengeluaran setelah menggelontorkan dana US$ 1,5 miliar untuk menggabungkan TikTok Shop dengan perusahaan e-commerce itu.

Kabar PHK ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi para karyawan. Dikhawatirkan, PHK ini akan berdampak pada operasional dan layanan.

Sebagai respon, GOTO, selaku pemegang saham minoritas, angkat bicara.

Dalam keterbukaan informasi BEI, GOTO menyatakan bahwa keputusan terkait operasional perusahaan, termasuk PHK, sepenuhnya berada di tangan manajemen perusahaan.

“Segala keputusan yang diambil merupakan hal yang akan ditentukan secara penuh oleh manajemen,” tulis GOTO.

GOTO juga meyakini bahwa manajemen akan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kepentingan karyawan dan kelangsungan bisnis.

Meskipun tidak secara gamblang membenarkan atau menyangkal kabar PHK, GOTO menyampaikan bahwa, seperti perusahaan lain, selalu melakukan peninjauan terhadap efektivitas organisasi mereka.

PHK di perusahaan ini menjadi sorotan karena terjadi setelah akuisisi besar oleh ByteDance.

Penggabungan TikTok Shop dan Tokopedia diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar. Namun, langkah PHK ini dikhawatirkan justru akan menghambat pencapaian tujuan tersebut.(*/Brp)

Editor: Brp