PASI Tanjungpinang Akui Rekrut Atlet Popda di Luar Seleksi Terbuka

PASI Tanjungpinang
Ketua PASI Tanjungpinang, Ade Noverwin. Foto: Mhd/Medianesia

Medianesia, Tanjungpinang – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Tanjungpinang membenarkan adanya satu atlet cabang atletik Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kepri 2026 yang masuk tim tanpa melalui seleksi terbuka bersama peserta lainnya.

Ketua PASI Tanjungpinang, Ade Noverwin, mengaku atlet tersebut direkrut di luar seleksi umum berdasarkan kebutuhan tim serta hasil evaluasi kemampuan, terutama untuk menjaga peluang mempertahankan gelar juara umum.

“Memang ada satu orang yang kami seleksi bukan melalui seleksi terbuka, namun secara lisan ke guru-guru. Karena ini kebutuhan kita,” kata Ade.

Baca juga: Dugaan Titipan Atlet Warnai Seleksi Popda Kepri 2026

Ia menjelaskan, PASI sebelumnya telah menyosialisasikan jadwal seleksi atletik ke sekolah-sekolah dan menggelar seleksi terbuka pada 10 April lalu. Sebanyak 108 pelajar mengikuti tahapan tersebut, mulai dari nomor lari hingga lempar lembing.

Menurut dia, proses seleksi juga disaksikan pelatih, juri, serta pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang. Namun setelah seleksi selesai, PASI menilai masih kekurangan atlet potensial di nomor lempar lembing.

“Lempar lembing yang ikut tes ada 4 orang. Nomor 1 jarak lemparannya 25 meter, sedangkan juara satu tahun lalu sejauh 38 meter,” ujarnya.

Baca juga: Espanyol vs Real Madrid, Laga Penentuan Gelar, Madrid Wajib Menang

Dengan jadwal Popda Kepri yang akan berlangsung pada awal Juli mendatang, hasil tersebut dinilai belum cukup kompetitif.

Karena itu, PASI kemudian berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk mencari atlet lain yang memiliki potensi lebih baik.

Ade menyebut pihaknya menemukan satu atlet yang dinilai layak, lalu dilakukan tes kemampuan meski di luar jadwal seleksi resmi.

“Kita tes, jarak lemparannya tembus 33 meter. Karena kebutuhan, jadi kita ambil atlet ini. Apalagi dia sedang persiapan untuk O2SN,” tegasnya.

Baca juga: Barcelona Selangkah Lagi Juara La Liga, Tunggu Madrid Tergelincir untuk Kunci Gelar

Disamping itu, Ade juga mengakui atlet hasil seleksi terbuka pada nomor tersebut tidak dibawa ke Popda. Keputusan itu diambil dengan pertimbangan peluang meraih medali.

“Secara regulasinya sudah kita tanyakan ke Dispora dan boleh direkrut atlet berpotensi tersebut. Karena kita mencari peluang menang,” pungkasnya.

Sebelumnya, proses seleksi atletik Popda Kepri sempat diprotes sejumlah orang tua atlet yang menilai mekanisme penjaringan kurang terbuka dan tidak adil.(Mhd)

Baca juga: 96 Medali, DKI Jakarta Jadi Penguasa Kejurnas Akuatik 2026

Editor: Brp

Pos terkait