DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri Gelar Rakerda III 2022

Soerya Respationo
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri DR.H.M. Soerya Respationo. SH. MH

Medianesia.id, Batam – Sebagai bentuk menindaklanjuti hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas), DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III Tahun 2022.

Rakerda yang dihadiri oleh Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Arif Wibowo, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri DR.H.M. Soerya Respationo. SH. MH. serta pengurus partai di daerah hingga DPC PDIP di wilayah Provinsi Kepri dengan mengusung tema ‘Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat’, Sabtu (8/10/2022) pagi.

Pada kesempatan tersebut, Wasekjen PDI Perjuangan Arif Wibowo membuka secara resmi kegiatan Rakerda mengatakan bahwa, rapat kerja adalah sebuah wadah dalam mengevaluasi kinerja partai.

Mengingat, Partai politik dari waktu ke waktu harus memperkuat diri dan menjalankan ideologis kerakyatan.

“Tugas utama kader partai adalah, menambah tenaga kaum marhaen. Mengentaskan kemiskinan serta mensejahterakan masyarakat,” terang Arif.

Dan hal inilah yang sedang diikhtiarkan PDI Perjuangan dalam memenangkan Pemilu tiga kali berturut-turut. Untuk itu, dengan berbagai kegiatan partai dan sayapnya PDI Perjuangan akan merapatkan barisan untuk kemenangan pada Pemilu 2024 nanti.

“Pemilu harus menjadi instrumen pemersatu bangsa, bukan sebagai pemecah belah bangsa. Semua Parpol harus bersatu dan memperkuat bangsa. Hasil Rakernas kemaren, kembali menegaskan diri untuk tetap berorentasi pada Pancasila dan UUD 1945,” jelas Arif Wibowo.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri DR.H.M. Soerya Respationo. SH. MH. yang meminta kepada seluruh kader untuk bisa mengikuti dan meneladani Trilogi Perjuangan Proklamator RI Soekarno.

Sehingga generasi muda sudah tidak ragu lagi untuk bergerak sesuai ide dan gagasannya sendiri, dan bisa mewujudkan ide-ide anak muda menjadi kenyataan.

“Kekuatan anak-anak muda adalah ide dan gagasan. Dahulu, kita memang kedepankan ‘otot’, karena memang begitu zamannya. Namun kini, harus dikedepankan otak yang diikuti dengan otot,” terang Soerya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengutip perkataan Bung Karno yang berbunyi “Membangun negara Indonesia perlu dukungan dari semua kalangan, Indonesia bukan milik Islam, Kristen atau agama dan suku lain, Indonesia adalah Indonesia’.

Menurutnya, dari kutipan tersebut, keberagaman adalah sebuah modal besar dalam membangun negara Indonesia.

“Kita berada di daerah yang majemuk, dengan kemajemukan ini, kita bisa lebih kuat dan bersama-sama untuk membangun Kepri,” kata Gubernur Ansar.

Politisi senior Golkar ini melanjutkan, hasil Pemilu 2019, harus diakui PDI Perjuangan masih mendapatkan hati dari masyarakat khususnya di Provinsi Kepri maupun Kota Batam.

PDI Perjuangan menempati posisi pertama di antara partai lain yang ikut bekontestasi.

“Bukan posisi kemenangan yang menjadi prioritas. Namun terpenting, adalah kekompakan antar partai khususnya di Provinsi Kepri tetap terjaga,” ujar Ansar Ahmad.

Sebagaimana diketahui, Kepri merupakan salah satu daerah yang berada pada jalur tersibuk di dunia, yakni berada di Selat Malaka. Namun selat atau kawasan tersebut baru Johor Malaysia dan Singapura yang memanfaatkan secara optimal.

“Dengan bersatunya semua elemen dan dukungan pemerintah pusat, mudah-mudahan ke depan Provinsi Kepri bisa lebih memanfaatkan Selat Malaka,” harap Gubernur Ansar. (ilm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *