oleh

PSDKP Batam Deteksi 50 Titik Reklamasi Bermasalah

medianesia.id – Pangkalan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan atau PSDKP Batam mendeteksi ada 50 titik reklamasi bermasalah di wilayah kerja PSDKP Batam.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala PSDKP Batam Turman Hardianto belum lama ini. Menurutnya, PSDKP Batam telah mengidentifikasi sekitar 50 titik lokasi usaha yang terindikasi melanggar aturan.

Yakni, terkait pemanfaatan tata ruang wilayah perairan seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut. 

“Ada titik yang jadi fokus perhatian Pangkalan PSDKP Batam yakni aktifitas tambang timah di Bangka Belitung,” ujar Kepala PSDKP Batam, Turman Hardianto belum lama ini.

Aktifitas tambang di dua lokasi ini dihentikan karena buang pasir buangan di dasar laut yang menyebabkan air keruh dan pendangkalan.

“Banyak sebenarnya yang sudah kita identifikasi. Ada sekitar 50-an lokasi tapi fokus sementara ini dua tambang timah di Bangka Belitung,” jelasnya. 

Lebih lanjut katanya, saat ini, pihaknya menitik beratkan perhatian pada pengawasan aktifitas ilegal di wilayah perairan demi keseimbangan ekologi yang sejalan dengan konsep ekonomi biru, laut sehat dan Indonesia sejahtera. 

Disebjutkannya, di wilayah kerja PSDKP Batam (termasuk Jambi, Palembang dan Bangka Belitung) sudah ada 50 an titik lokasi usaha yang terindikasi melanggar aturan tata ruang wilayah perairan.

Ditegaskannya, lokasi-lokasi ini akan diawasi secara ketat demi menegakan aturan pemanfaatan dan tata ruang wilayah perairan yang tidak berdampak dengan ekologi sekitar.

“Sedang kita telaah. Kalau terbukti melanggar ya sesuai dengan UU Cipta Kerja yang baru akan dikenai sanksi administrasi dan pencabutan perizinan jika masuk pelanggaran berat,”tutupnya.*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *