Medianesia.id, Batam — Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat kerja sama regional dengan negara tetangga.
Kali ini, mendapat undangan khusus untuk mengunjungi sejumlah fasilitas strategis di Singapura.
Kunjungan dimulai di TuasOne Waste-to-Energy (WTE), salah satu pabrik pengolahan sampah menjadi energi terbesar dan paling efisien di Singapura.
Fasilitas ini mampu membakar hingga 3.600 ton sampah per hari dan menghasilkan 120 megawatt listrik, cukup untuk memasok kebutuhan energi puluhan ribu rumah.
Dibangun dengan skema Public-Private Partnership (PPP) dan mulai beroperasi sejak Desember 2021, TuasOne berperan penting dalam pengelolaan limbah nasional Singapura di bawah koordinasi National Environment Agency (NEA).
Rombongan kemudian mengunjungi Marina Barrage, bendungan multifungsi ke-15 di Singapura yang terletak di pusat kota.
Dengan daerah tangkapan air seluas 10.000 hektare, Marina Barrage kini mencakup dua pertiga wilayah daratan Singapura dan menjadi bagian penting dari infrastruktur pengelolaan air negara tersebut.
Bendungan ini merupakan realisasi visi mendiang Perdana Menteri pertama Singapura, Lee Kuan Yew, dalam mewujudkan kemandirian air dan penataan kota yang berkelanjutan.
Sebagai penutup, kunjungan dilanjutkan ke Bandar Udara Internasional Changi, bandara tersibuk keempat di dunia versi OAG.
Pada tahun 2024, Changi melayani 67,7 juta penumpang, meningkat 14,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah pergerakan pesawat di bandara ini juga mencatatkan angka signifikan, yakni 366.000 penerbangan selama 2024.
Konsul Jenderal Singapura untuk Batam, Gavin Ang, menyampaikan bahwa undangan ini merupakan bentuk komitmen Singapura dalam mempererat hubungan bilateral dengan Batam.
Ia menegaskan dukungan penuh terhadap jajaran pimpinan baru BP Batam dalam upaya transformasi infrastruktur dan pelayanan publik.
“Kami siap menjembatani komunikasi antara BP Batam dan pengelola fasilitas publik di Singapura untuk mendorong kolaborasi strategis,” ujar Gavin.
Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait menyambut positif peluang kerja sama ini.
Ia menyebut kunjungan tersebut memberikan wawasan penting dalam pengembangan berbagai fasilitas publik di Batam, mulai dari pengelolaan limbah, air, hingga pengelolaan bandara.
“Ini adalah pembelajaran berharga. Meskipun memerlukan anggaran besar, kami optimistis bisa mewujudkan fasilitas serupa untuk kemajuan Batam,” ujar Ariastuty.(*)
Editor: Brp





