Google Luncurkan Veo 3 di Indonesia, Bikin Video Kualitas Film Hanya dari Teks dan Gambar

Google Luncurkan Veo 3 di Indonesia, Bikin Video Kualitas Film Hanya dari Teks dan Gambar
Tangkapan layar sebuah video wawancara yang dibuat oleh Google Veo 3. Foto: X/GadgTecs.

Medianesia.id, Batam – Google resmi menghadirkan Veo 3 di Indonesia, model AI generatif terbaru yang dirancang untuk membuat video berkualitas tinggi hanya dari input teks, gambar, atau sketsa sederhana.

Peluncuran ini adalah perluasan global Veo 3 ke semua negara yang mendukung Gemini, termasuk Indonesia.

Diperkenalkan pertama kali dalam ajang Google I/O 2025, Veo 3 langsung menjadi perbincangan.

Dunia maya dipenuhi dengan video-video unik hasil teknologi ini, dari klip realistis bertema “suara apel kaca dipotong” hingga video imajinatif bertema penampakan Bigfoot. Semua cukup dibuat melalui deskripsi teks dan sedikit kreativitas.

“Imajinasi Anda adalah batasnya,” tulis tim Veo 3 dalam pengumuman resminya.

“Kreasi luar biasa dari para pengguna mendorong kami untuk terus memperluas akses teknologi ini,” sambungnya.

Pengguna di Indonesia kini bisa mencoba Veo 3 melalui paket berbayar Google AI Pro. Layanan ini memungkinkan pembuatan video dari berbagai input kreatif, termasuk teks naratif, gambar diam, bahkan sketsa kasar.

Google mengklaim hasil visual dari Veo 3 setara dengan standar produksi film profesional.

Model ini memahami elemen sinematik seperti pergerakan kamera yang realistis, pengaturan cahaya dramatis, hingga transisi dan framing layaknya sutradara film.

Veo 3 dirancang untuk berbagai segmen pengguna, seperti kreator konten yang ingin menghidupkan ide visual, marketer yang butuh materi promosi cepat dan impresif, pendidik yang ingin membuat pembelajaran lebih menarik, bahkan siapa saja yang ingin menuangkan imajinasi ke dalam bentuk video berkualitas.

Google Luncurkan Veo 3 di Indonesia, Bikin Video Kualitas Film Hanya dari Teks dan Gambar
Google Veo 3. Foto: tangkapan layar.

Untuk menjaga transparansi, seluruh video yang dihasilkan oleh Veo 3 secara otomatis diberi watermark menggunakan teknologi SynthID, baik watermark yang terlihat secara visual maupun tersembunyi di data video.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Google terhadap pengembangan AI yang bertanggung jawab, mencegah penyalahgunaan seperti penyebaran konten menyesatkan atau berbahaya.

Google juga menegaskan bahwa Veo 3 telah melalui serangkaian uji kelayakan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan keamanannya.

Sebagai bagian dari pengembangan berbasis komunitas, Google menyediakan fitur feedback langsung berupa tombol 👍 dan 👎, yang akan digunakan untuk menyempurnakan akurasi dan keamanan Veo 3 secara bertahap.

Untuk saat ini, Veo 3 tersedia terlebih dahulu di Amerika Serikat dengan biaya langganan sebesar USD 250 per tiga bulan atau sekitar Rp 4,1 juta.

Belum ada kepastian kapan harga lokal dan versi khusus Indonesia akan tersedia, namun akses global yang telah dibuka menunjukkan ekspansi resmi telah dimulai.

Kemampuan membuat video sinematik hanya dari teks dan gambar, Veo 3 berpotensi merevolusi industri kreatif digital di Indonesia.

Baik untuk profesional maupun pengguna umum, Veo 3 menawarkan solusi cepat, impresif, dan adaptif untuk era visual berbasis AI.(*)

Editor: Brp

Pos terkait