Rusia Batasi Internet, Aplikasi Global Mulai Sulit Diakses

Rusia Batasi Internet, Aplikasi Global Mulai Mulai Sulit Diakses
Ilustrasi. Sejumlah aktivis dan pengamat menyebut Rusia mulai mengurangi keterhubungan internetnya dengan negara lain. Foto: Pexels.

Medianesia, Batam – Sejumlah aktivis dan pengamat menyebut Rusia mulai mengurangi keterhubungan internetnya dengan negara lain.

Kebijakan ini berdampak pada jutaan pengguna yang perlahan kehilangan akses ke berbagai platform komunikasi global.

Baca juga: Harga PS5 Resmi Naik, Ini Rincian dan Dampaknya ke Pasar Game

Proses pembatasan ini dilakukan secara bertahap. Awalnya, terjadi pemadaman akses internet di beberapa kota dan provinsi.

Setelah itu, aplikasi-aplikasi penting untuk komunikasi mulai dibatasi atau diblokir.

“Ini adalah langkah mundur, langkah mundur 100 tahun. Sebaiknya mereka segera beralih ke surat pos, telegraf, dan kuda,” tulis Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di X tentang pemblokiran tersebut.

Baca juga: Dari Anggrek hingga Ikan, Peneliti BRIN Temukan 51 Spesies Baru

Peneliti dari Open Observatory of Network Interference (OONI), Arturo Filastò, menjelaskan bahwa pembatasan internet di Rusia cenderung tidak terlalu terlihat jika dibandingkan dengan negara seperti Iran. Hal ini karena infrastruktur internet di Rusia lebih terdesentralisasi.

“Mereka memiliki lebih banyak penyedia layanan internet yang mengoperasikan dan mengelola jaringan mereka dengan lebih independen,” kata Filastò, sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Pemblokiran dilakukan menggunakan perangkat khusus yang diwajibkan pemerintah dan dipasang di berbagai jaringan. Namun, efektivitasnya berbeda-beda di setiap wilayah.

Baca juga: iPhone 18 Pro Max Disebut Bawa Perubahan Desain dan Kamera pada 2026

Sejak 20 Maret, data OONI menunjukkan bahwa Telegram semakin sering mengalami pemblokiran. Pengujian di lebih dari 500 jaringan menunjukkan adanya gangguan yang cukup luas terhadap layanan tersebut.

Analis dari Amnezia VPN menyebut bahwa pemblokiran Telegram kali ini lebih luas dibandingkan upaya sebelumnya.

Gangguan akses dilaporkan terjadi di lebih dari selusin wilayah, termasuk Moscow dan St. Petersburg.

Baca juga: Xiaomi Resmi Rilis Redmi Note 15 Series, Ini Spesifikasi dan Harganya di Indonesia

Ke depan, pembatasan ini diperkirakan akan semakin ketat. Otoritas Rusia disebut berencana memblokir Telegram sepenuhnya mulai awal April.

Bahkan, pimpinan Rostelecom sebelumnya menyatakan bahwa WhatsApp “sudah mati” dan Telegram kemungkinan akan menyusul.

Sebagai gantinya, pemerintah Rusia menyiapkan layanan pesan domestik bernama Max yang akan dikontrol secara lokal.

Baca juga: Indonesia Blokir Sementara Grok, Tegaskan Larangan Deepfake Seksual Berbasis AI

Selain itu, Rusia juga telah membatasi jaringan seluler di sebagian besar wilayahnya selama setahun terakhir.

Pengguna hanya dapat mengakses situs tertentu yang telah masuk dalam daftar putih pemerintah.

Dampaknya terasa langsung di kehidupan sehari-hari. Awal bulan ini, internet seluler di pusat kota Moscow sempat dimatikan sepenuhnya, menyebabkan gangguan layanan seperti perbankan digital dan komunikasi telepon.

Baca juga: Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Akses ke Platform Digital Berisiko

Situasi ini juga memicu perubahan perilaku masyarakat. Sejumlah pengecer melaporkan peningkatan penjualan perangkat komunikasi alternatif seperti pager, peta kertas, dan telepon seluler sebagai cara untuk tetap terhubung di tengah keterbatasan akses internet.(*)

Baca juga: UMRAH Gunakan Drone dan Aplikasi untuk Lacak Dugong di Perairan Bintan

Editor: Brp

Pos terkait