Medianesia.id, Tanjungpinag – Dinas Pariwisata (Dispar) Kepulauan Riau mengingatkan kepada asosiasi kepariwisataan untuk tidak melakukan pembatasan keanggotan, bagi para pelaku usaha pariwisata di provinsi tersebut.
Pembatasan tersebut diketahui dilakukan oleh Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Wilayah Kepri. Sehingga, Dispar Kepri meminta HPI untuk secara bijak menghimpun kembali keanggotaannya di Kepri.
“Apalagi mereka (pelaku usaha) yang telah memenuhi persyaratan baik yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan serta telah bersertifikasi dari lembaga sertifikasi yang sah dan atau telah ditunjuk,” kata Kadispar Kepri, Hasan, Kamis, 7 Januari 2026.
Baca juga: Periode Januari-November 2025, Wisman ke Kepri Tembus 1,7 Juta
Ia menjelaskan, pramuwisata ialah orang yang bekerja secara mandiri atau pada suatu biro perjalanan, yang bertugas memberikan informasi, petunjuk dan saran secara langsung kepada wisatawan sebelum dan selama perjalanan wisata berlangsung.
Selain itu, kata dia tujuan penyelenggaraan kepariwisataan ialah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapang kerja dengan memperkuat identitas negara dan atau daerah dengan nilai-nilai Pancasila.
Baca juga: Wisman Perdana 2026 Tiba di Bintan, Pariwisata Diharapkan Kian Bergairah
“Dan juga menjaga kearifan lokal melalui konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, hal ini sejalan dengan amanah Perpres No 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029,” tambahnya.
Dalam UU No 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan, telah mengatur terkait pembangunan dan pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang dilakukan berdasarkan ekosistem kepariwisataan secara terpadu.
“Terlebih, industri pariwisata merupakan kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan jasa bagi pemenuhan kebutuhan Wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata,” sebut Hasan.
Baca juga: Target 100 Ribu Kunjungan Wisman ke Tanjungpinang Tak Tercapai
Menurutnya, Pemerintah Daerah berwenang untuk mengatur, membina dan mengembangkan kepariwisataan didaerah. Sehingga, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan HPI untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Mungkin ada miskomunikasi antara HPI dan para anggota. Sehingga, kita meminta agar HPI secara bijak menghimpun kembali keanggotaannya di Kepri,” pungkasnya.(Mhd)
Editor: Brp





