Albania Bikin Sejarah, Tunjuk AI Jadi Menteri untuk Berantas Korupsi

Albania Bikin Sejarah, Tunjuk AI Jadi Menteri untuk Berantas Korupsi
Ilustrasi. Albania membuat langkah unik dalam pemerintahan. Perdana Menteri Edi Rama memperkenalkan seorang menteri baru yang bukan manusia, melainkan berbasis Artificial Intelligence (AI). Foto: Pixabay.

Medianesia, Batam – Albania menunjuk Artificial Intelligence (AI) sebagai Menteri. Keputusan Perdana Menteri Edi Rama merupakan langkah unik dalam pemerintahan

Penunjukan ini disebut sebagai yang pertama di dunia, dengan fokus utama memberantas korupsi.

Dilansir BBC News (13/9/2025), Rama mengumumkan nama “menteri” AI tersebut adalah Diella, yang diperkenalkan tak lama setelah ia memenangkan pemilu untuk keempat kalinya.

Baca juga: Pemerintah Siap Blokir Gim Roblox Jika Terbukti Mengandung Kekerasan

Kehadiran Diella diharapkan bisa membuat proses pengadaan publik lebih transparan, cepat, dan bebas dari intervensi.

Menurut Rama, Albania memilih AI dipilih menjadi Menteri karena tidak memiliki emosi, kepentingan pribadi, atau dorongan untuk melakukan korupsi.

Berbeda dengan manusia yang bisa terjebak godaan, AI hanya membutuhkan listrik untuk berfungsi.

Langkah ini juga mendapat sorotan dari Euronews (12/9/2025), yang menegaskan bahwa Albania menunjuk AI sebagai bagian kabinet pemerintahan dalam upaya menghapus praktik korupsi di sektor publik.

Baca juga: Tecno Spark Go 2, Ponsel Rp 1 Jutaan dengan Layar 120Hz dan Fitur AI

Namun, di balik terobosan ini, muncul sejumlah perdebatan hukum. Beberapa pihak menilai posisi AI dalam pemerintahan masih bersifat simbolis.

Konstitusi Albania jelas menyebut bahwa seorang menteri haruslah warga negara berusia minimal 18 tahun dan cakap secara mental.

Selain itu, ada pertanyaan etis yang belum terjawab: apakah tepat memberi jabatan publik kepada AI? Bagaimana jika AI salah mengambil keputusan? Bukankah pejabat publik seharusnya memiliki hati nurani dan pertimbangan moral yang tidak bisa ditiru oleh mesin?

Dalam ranah hukum, perdebatan soal status AI sudah lama berlangsung. Ada pihak yang memandang AI sebatas objek hukum, sekadar alat bantu manusia.

Baca juga: 5 Rekomendasi Ponsel Infinix RAM 8 GB Terbaik Mulai Rp 1 Jutaan

Di sisi lain, ada juga yang mendorong agar AI mulai diperlakukan sebagai subjek hukum, dengan hak dan kewajiban tersendiri.

Meski begitu, penunjukan Diella sebagai Menteri di Albania jelas menandai babak baru dalam hubungan antara teknologi dan politik.(*)

Editor: Brp

Pos terkait