Update Data Korban Banjir NTT:138 Orang Meninggal, 61 Hilang

Banjir bandang NTT. (Foto: Antara Foto/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 138 jiwa. Data ini merupakan update terkini yang dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu, (7/4) malam.

“Total korban meninggal yang telah ditemukan jasadnya mencapai 138 orang,” kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam konferensi pers, Rabu malam.

Doni merinci sebanyak 67 orang meninggal dunia di Kabupaten Flores Timur, 32 orang di Lembata, Alor 25 orang, Kota Kupang 1 orang, Malaka 4 orang, Sabu Raijua 2 orang, Ende 1 orang, Kabupaten kupang 5 orang, Ngada 1 orang.

Selain itu, BNPB juga menyatakan sebanyak 61 orang hilang dan masih dalam pencarian. Jumlah tersebut tersebar di berbagai wilayah antara lain, Flores timur 6 orang, Alor 20 orang, Kabupaten Lembata 35 orang.

Baca Juga  Enam Kecamatan di Batam Kembali di Zona Merah Covid-19

Doni mengatakan pencarian korban hilang di sejumlah daerah terkendala oleh akses. Pihaknya mengaku kesulitan memindahkan alat berat seperti, ekskavator dan dump truk yang digunakan untuk mengangkut batu-batu berukuran besar.

“Cuaca juga masih belum begitu bagus karena sejumlah kapal yang mengangkut alat berat ini tidak bisa berlayar,” kata Doni.

Selain itu, BNPB juga melaporkan bencana yang melanda NTT ini mengakibatkan 129 orang mengalami luka-luka, berdampak pada 1.700 keluarga atau 4.829 jiwa, dan membuat 13.226 jiwa mengungsi.

Sebelumnya, sejumlah daerah di NTT mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor. Bencana tersebut dipicu oleh bibit siklon Seroja yang menimbulkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang.

Baca Juga  KB Bukopin Gunakan Teknologi yang Dikembangkan KB Kookmin

Sumber:cnnindonesia