Menkeu Purbaya Sebut Proyeksi Bank Dunia Tidak Tepat, Apa Alasannya?

Menkeu Purbaya Sebut Proyeksi Bank Dunia Tidak Tepat, Apa Alasannya?
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai proyeksi Bank Dunia terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 perlu dikaji kembali. Foto: Humas Kemenkeu.

Medianesia, Batam – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai proyeksi Bank Dunia terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 perlu dikaji kembali.

Bank Dunia sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 4,7 persen, lebih rendah dari target pemerintah dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Baca juga: Dampak Kenaikan Avtur, Harga Tiket Pesawat RHF–Jakarta Naik hingga 40 Persen

“Kan triwulan pertama saja mungkin 5,5%, 5,6% atau lebih. Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali, setelah itu kalau rata-ratanya 4,6%. Saya pikir World Bank salah hitung,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis kemarin seperti ditulis detikcom.

Menurut Purbaya, proyeksi tersebut mempertimbangkan dampak kenaikan harga minyak dunia.

Ia berpendapat, jika kondisi harga energi global kembali stabil, maka Bank Dunia berpotensi menyesuaikan kembali prediksinya.

Baca juga: Kinerja Pemko Batam Moncer, Investasi Tembus Rp69,3 Triliun

“Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan ubah prediksinya. Tapi dia sudah melakukan dosa besar, dia menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal, kalau dia ubah prediksi ekonominya lagi,” ucap Purbaya.

Pemerintah, lanjutnya, akan fokus menjaga iklim investasi serta memastikan berbagai program ekonomi berjalan optimal.

Selain itu, kesiapan sistem keuangan juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026

“Saya sih akan optimalkan semua mesin ekonomi yang ada di sini, itu saja. Mungkin saja World Bank betul, tetapi saya nggak tahu, yang jelas kalau di angka saya sih sudah membaik dan kita akan jaga terus. Mungkin World Bank belum tahu jurus-jurus Asia saya, jurus-jurus Asia Pak Prabowo,” ucap Purbaya.

Sebelumnya, Bank Dunia dalam laporan East Asia & Pacific Economic Update edisi April 2026 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 4,8 persen.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa perlambatan dipengaruhi oleh kenaikan harga energi global yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca juga: Belanja Pegawai Pemprov Kepri 2026 Capai 40 Persen

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat menjadi 4,7% karena tekanan dari harga minyak yang lebih tinggi dan sentimen penghindaran risiko hanya akan diimbangi sebagian oleh penerimaan komoditas dan inisiatif investasi negara,” tulis laporan Bank Dunia tersebut.

Selain Indonesia, kawasan Asia Timur dan Pasifik di luar China juga diproyeksikan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan kawasan tersebut berada di level 4,1 persen pada 2026, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,4 persen.(*)

Baca juga: Matahari Department Store Berubah Jadi MDS Retailing, Simak Fakta di Baliknya

Editor: Brp

Pos terkait