Tak Ingin Angkot Mati Suri, Dishub Tanjungpinang Tata Ulang Trayek

Tak Ingin Angkot Mati Suri, Dishub Tanjungpinang Tata Ulang Trayek
Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang akan menata ulang jaringan trayek angkot agar lebih sesuai dengan perkembangan kawasan perkotaan. Foto: Pemko Tanjungpinang.

Medianesia, Tanjungpinang – Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang akan menata ulang jaringan trayek angkot agar lebih sesuai dengan perkembangan kawasan perkotaan.

Beberapa wilayah seperti Bintan Center hingga Kilometer 11 sampai Kilometer 15 kini berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Sementara sebagian jalur angkot yang ada masih banyak berfokus di kawasan kota lama.

Kepala Bidang Angkutan Jalan, Habibi, mengatakan perkembangan kota harus dibarengi dengan layanan transportasi yang mampu menjangkau titik-titik aktivitas baru masyarakat.

Baca juga: Jadwal KM Tidar Mei hingga Juni 2026, Rute Kijang, Surabaya hingga Kupang

“Tentu harus ada jaringan angkutan yang menghubungkan ke sana,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Sebagai langkah awal, Dishub mulai menyusun Rencana Umum Jaringan Transportasi Trayek Perkotaan (RUJTTP).

Baca juga: Jadwal Lengkap KM Kelud Mei 2026, Rute Tanjung Priok, Batam, Karimun hingga Belawan

Penyusunan ini diawali dengan pendataan kondisi angkot yang masih aktif beroperasi di Tanjungpinang.

“Pertama kita mendata kondisi existing angkutan kota yang ada terkait pelayanan dan armada yang benar-benar masih beroperasi di Tanjungpinang,” tambahnya.

Menurut Habibi, penataan trayek dilakukan agar layanan transportasi umum bisa lebih mudah menjangkau kawasan permukiman baru, pusat pendidikan, hingga lokasi aktivitas masyarakat yang terus berkembang.

Baca juga: Jadwal Kapal KM Tidar 7-21 Mei 2026, Rute Kijang, Tanjung Priok, Surabaya hingga Kupang

Selain penataan trayek, Dishub juga mulai menghubungkan layanan angkutan umum dengan kebutuhan transportasi pelajar.

Langkah ini diharapkan bisa mengurangi penggunaan sepeda motor di kalangan pelajar sekaligus membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Sekarang kita berupaya mengoneksikan angkutan umum dengan layanan transportasi pelajar,” ujarnya.

Dishub sebelumnya juga telah mengoperasikan layanan Bus Rapid Transit (BRT) dengan rute Terminal Senggarang–Terminal Dompak untuk mendukung mobilitas masyarakat dan mahasiswa di kawasan Dompak.

30 Angkot Masih Aktif Beroperasi

Berdasarkan pendataan sementara bersama asosiasi angkutan kota, saat ini terdapat sekitar 30 unit kendaraan yang masih aktif beroperasi di Tanjungpinang.

Melalui penataan trayek ini, Dishub berharap layanan angkutan umum tetap bisa bertahan dan kembali menjadi pilihan masyarakat, terutama di kawasan permukiman baru yang terus berkembang.

“Kami tidak ingin angkot mati suri, karena itu akan kita tata bersama para pengelola agar ada solusi yang sama-sama baik,” pungkas Habibi.(*)

Editor: Brp

Pos terkait