Edo Ardiansyah, analis Phillip Sekuritas, menyebutkan dampak dari inklusi saham ini ke LQ45 akan menyebabkan eksposur ke investor terutama fund manager yang lebih luas.
“Banyak fund manager lokal terutama big fund menjadikan indeks LQ45 sebagai benchmark atau tolok ukur kinerja investasi mereka. Big fund cukup selektif dalam berinvestasi sehingga inklusi perusahaan dapat mendiversifikasi komposisi pemegang saham perusahaan terutama di kalangan fund manager,” kata Edo.
Edo menuturkan inklusi tersebut menjadi katalis positif untuk saham anak perusahaan PT Telkom ini dikarenakan adanya rebalancing portofolio yang menyebabkan inflow dana masuk ke saham tersebut.
“Mengacu pada IDX Index Fact Sheet, ada 6 produk reksadana yang secara langsung menjadikan LQ45 sebagai benchmark dengan total dana kelolaan total mencapai hampir Rp 1,1 triliun, maka dalam jangka pendek saat rebalancing akan ada inflow tambahan ke saham MTEL. Ini baru RD konvensional, belum yang ETF dan KPD serta investor ritel yang menggunakan LQ45 sebagai tolok ukur juga,” tambah Edo.(Brp)
Editor: Brp





