KAI Mediasi Kasus Tumbler Tuku Hilang, Penumpang dan Petugas Stasiun Sepakati Damai

KAI Mediasi Kasus Tumbler Tuku Hilang, Penumpang dan Petugas Stasiun Sepakati Damai
PT KAI memfasilitasi pertemuan antara Petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung, Argi, dan penumpang KRL bernama Anita, terkait unggahan soal tumbler Tuku hilang yang sempat ramai di media sosial. Foto: X/republikplus62.

Medianesia, Batam – PT KAI memfasilitasi pertemuan antara Petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung, Argi, dan penumpang KRL bernama Anita, terkait unggahan soal tumbler Tuku hilang yang sempat ramai di media sosial.

Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat berdamai. Anita menyampaikan permintaan maaf karena unggahannya menimbulkan kegaduhan.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya. Saya dan Mas Argi sudah saling memaafkan,” kata Anita seperti ditulis detikcom, Jumat (28/11/2025).

Baca juga: Bea Cukai Terancam Dibekukan, 16.000 Pegawai Bisa Dirumahkan

Suami Anita, Alvin, juga mengakui bahwa unggahan tersebut berdampak luas. Ia menegaskan masalah ini sudah selesai secara kekeluargaan.

“Kita sudah menyelesaikan masalah yang sempat timbul di media sosial akibat tindakan kami yang kurang bijaksana. Dampaknya memang terasa ke banyak pihak, termasuk Mas Argi,” ujarnya.

Alvin menambahkan proses mediasi ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
“Kami sudah berdamai secara kekeluargaan. Dari kejadian ini banyak pelajaran yang bisa diambil,” katanya.

Dari pihak petugas, Argi juga menyampaikan permintaan maaf kepada Anita dan Alvin. Ia memastikan status kerjanya tetap seperti biasa.

Baca juga: Jadwal Libur 2026 Bikin Senang, Banyak Long Weekend, Wajib Catat Sekarang

“Saya masih bekerja sebagai Passenger Service KRL di Rangkas. Saya mohon maaf bila ada kata atau tindakan saya yang kurang berkenan,” tuturnya.

Secara terpisah, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa perusahaan menjunjung profesionalitas layanan sekaligus memberikan dukungan penuh bagi seluruh pekerja.

“Argi tetap menjadi bagian dari KAI Group. Terus semangat bertugas dan memberikan pelayanan terbaik,” ujar Bobby.

Sementara itu, VP Corporate Communications KAI, Anne Purba, menyebut penyelesaian kekeluargaan ini menjadi wujud keterbukaan KAI terhadap masukan pelanggan.

“Kami memastikan layanan berjalan sesuai ketentuan dan menegaskan tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait, seperti isu yang sempat beredar,” jelasnya.

Anne menambahkan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk penyempurnaan prosedur barang tertinggal (lost and found).

KAI juga mengimbau pelanggan untuk lebih memperhatikan barang bawaan di stasiun maupun selama perjalanan.

Baca juga: Soeharto dan Gus Dur Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo

“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pekerja agar layanan semakin responsif dan dapat diandalkan,” kata Anne.

Sebelumnya, Anita Dewi pemilik tumbler Tuku yang hilang di KRL kini dipecat perusahaan tempatnya bekerja usai curhatannya viral di media sosial.

PT Daidan Utama, perusahaan pialang asuransi tempat Anita bekerja, mengumumkan pemecatan Anita melalui akun Instagram resmi @daidanutama pada Kamis, kemarin (27/11/2025).(*)

Editor: Brp

Pos terkait