oleh

Ini Dia Aturan COD yang Wajib Anda Ketahui Saat Belanja Online

Pihak Penjual

Penjual wajib memahami perbedaan konsekuensi antara skema janji beli dengan jual beli.

Penjual wajib pastikan telah mencantumkan spesifikasi barang yang sejelas-jelasnya pada lapak onlinenya di marketplace.

Penjual wajib menyerahkan proses pengemasan akhir kepada ekspedisi.

Penjual wajib mencetak label pengiriman (cetak pesanan yang memuat spesifikasi barang sesuai akad janji beli) yang dapat dibaca secara jelas dan ditempelkan pada paket yang akan dikirim.

Pihak Ekspedisi

Ekspedisi wajib memiliki divisi khusus yang menangani pengemasan barang final dengan prosedur rupa dan kualitas kemas yang seragam.

Ekspedisi wajib memastikan kuantitas, kualitas dan spesifikasi barang yang dikemas sudah sesuai dengan akad janji beli yang dilakukan pada platform marketplace.

Kurir wajib menjelaskan kepada pihak pembeli bahwa ekspedisi telah melakukan proses sortir barang sesuai prosedur yang berlaku.

Kurir wajib memastikan penerimaan uang pembayaran baik secara fisik maupun digital jika barang telah diterima dan di cek pembeli.

Kurir wajib menegaskan penjelasan bahwa apabila pembeli telah membongkar kemasan dan mendapati barang tidak sesuai ekpektasinya, maka pembeli boleh memilih untuk membatalkan transaksi jual beli dengan konsekuensi berlakunya syarat bahwa pembeli setuju menyerahkan uang kepada kurir untuk membayar biaya ekspedisi beserta biaya pengemasan barang.

Atau meneruskan akad jual belinya dengan cara membayar tagihan pembelian barang dan kurir bisa menerima klaim garansi dengan konsekuensi bahwa pihak pembeli tidak dikenakan biaya ekspedisi dan pengemasan barang.

Dalam belanja online, pada prinsipnya ada beberapa pihak yang terlibat. Pihak penjual adalah pihak yang menggelar dagangan di plaform marketplace, memasarkannya, dan mengirimkannya melalui ekspedisi sampai ke pembeli. Penjual inilah yang punya stok barang, melakukan pengemasan barang, dan yang akan menerima uang pembayaran setelah transaksi berjalan lancar dan tuntas dilakukan.

Namun karena uang yang dibayarkan pembeli tidak langsung sampai ke para penjual. Maka pihak marketplace yang menjadi koordinator dalam proses pemesanan hingga pengiriman barang, perlu menerbitkan standar operasi yang detail dan mudah diimplementasikan di lapangan sehingga dalam praktiknya, marketplace yang memiliki kaitan langsung dengan pihak penjual dan pihak ekspedisi harus dapat memastikan barang yang dipilih benar-benar sampai ke tangan pembeli.

Jika standar operasi dapat dibenahi secara komprehensif, maka kejadian – kejadian yang membuat para kurir berpotensi menjadi pihak yang paling awal terkena komplain dari pembeli karena skema COD ini, insyaallah dapat lebih mudah dikendalikan.

Sumber:antara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *