Medianesia, Tanjungpinang – Harga ayam potong di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai mengalami penurunan pasca Idulfitri 2026. Dari sebelumnya Rp45 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp42 ribu per kilogram.
Pedagang ayam di Pasar Bintan Center, Leo, mengatakan penurunan harga tersebut sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir, seiring mulai normalnya pasokan.
Baca juga: Dampak Kenaikan Avtur, Harga Tiket Pesawat RHF–Jakarta Naik hingga 40 Persen
“Sebelumnya harga naik karena stok terbatas. Sekarang sudah ada pasokan, jadi turun ke Rp42 ribu per kilogram,” ujarnya, Minggu, 12 April 2026.
Ia menjelaskan, sebagian besar pedagang di pasar tersebut mendatangkan ayam dari wilayah Bintan. Meski stok di tingkat kandang terbilang aman, distribusi ke pasar disebut belum terlalu melimpah.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Desi. Ia menyebut harga ayam memang sempat melonjak saat dan setelah Lebaran.
Baca juga: Disnakertrans Kepri Ingatkan Perusahaan Tak Potong Gaji saat Terapkan WFH
Namun, penurunan harga belum berdampak signifikan terhadap peningkatan pembeli.
“Walaupun harga sudah turun, penjualan masih biasa saja. Sehari paling hanya puluhan kilogram,” ungkapnya.
Sementara itu, dari sisi konsumen, harga ayam saat ini masih dianggap relatif mahal.
Baca juga: Belanja Pegawai Pemprov Kepri 2026 Capai 40 Persen
Seorang ibu rumah tangga, Atu, mengaku harus mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan dengan kondisi keuangan.
“Harga makin naik tiap tahun. Sekarang saya beli setengah saja untuk kebutuhan di rumah,” katanya.(Mhd)
Baca juga: Matahari Department Store Berubah Jadi MDS Retailing, Simak Fakta di Baliknya
Editor: Brp





