Medianesia, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kawasan Tanjung Banon, Rempang, Batam, akan menjadi salah satu fokus pengembangan wilayah baru yang terintegrasi dengan Batam sebagai pusat industri dan investasi.
Menurut Amsakar, Tanjung Banon tidak hanya diproyeksikan sebagai lokasi program transmigrasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan strategis di Rempang dan Galang.
Baca juga: Matahari Department Store Berubah Jadi MDS Retailing, Simak Fakta di Baliknya
Kawasan ini bahkan sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui pengembangan Rempang Eco City yang ditargetkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pengembangan ini dirancang mengikuti karakter Batam sebagai kawasan perdagangan, industri, pariwisata, alih kapal, hingga logistik.
Artinya, Tanjung Banon akan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih luas, bukan berdiri sendiri.
Baca juga: Kinerja Pemko Batam Moncer, Investasi Tembus Rp69,3 Triliun
“Kawasan ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan Batam sebagai kawasan industri dan investasi, sehingga memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Jumat (17/4/2026).
Amsakar menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di Tanjung Banon sangat bergantung pada komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kami mentransformasikan kebijakan kepada masyarakat agar kondisi di lapangan tetap kondusif dan dapat diterima dengan baik,” katanya.
Baca juga: Pemko Batam Evaluasi Pendapatan Daerah, Target 2027 Capai Rp5,2 Triliun
Ia juga menambahkan bahwa komunikasi tidak hanya sebatas memberi informasi, tetapi juga harus melibatkan masyarakat secara aktif agar mereka merasa menjadi bagian dari pembangunan.
Dalam program transmigrasi, Tanjung Banon diharapkan menjadi titik awal terbentuknya ekosistem ekonomi baru yang inklusif.
Warga yang ikut program ini akan menjadi kelompok pertama yang merasakan manfaat pembangunan.
Baca juga: Pemko Batam Gandeng Swasta, Pasar Induk Jodoh Segera Dibangun
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah dukungan, mulai dari lahan seluas 500 meter persegi per keluarga, rumah layak huni, hingga bantuan kebutuhan dasar di tahap awal.
Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas terintegrasi untuk memudahkan akses layanan publik, sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan lebih efisien.
Melihat mayoritas masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan petani, pemerintah juga menyiapkan strategi penguatan ekonomi lokal.
Baca juga: Li Claudia Tinjau Zona Selamat Sekolah di Batam, Proyek Diminta Dipercepat
Di sektor perikanan, pembangunan dermaga oleh pemerintah pusat diharapkan bisa mendukung aktivitas nelayan.
Selain itu, fasilitas SPBU juga akan disiapkan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar.
Sementara di sektor pertanian, keterbatasan lahan akan diatasi melalui pengembangan kawasan food estate.
Baca juga: 712 Pelajar Berebut Jadi Paskibraka Batam 2026, Lihat Tahapan Seleksinya
Sistem ini memungkinkan petani tetap produktif dengan pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi.
Amsakar optimistis, dengan perencanaan yang matang dan dukungan infrastruktur, Tanjung Banon bisa berkembang menjadi kawasan baru yang menarik investasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat Tanjung Banon tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian utama dalam ekosistem ekonomi baru yang sedang dibangun,” ujarnya.(*)
Editor: Brp





