Batam Butuh 20 Ribu Tenaga Kerja Terampil, Ini Dibidang yang Dibutuhkan

Ilustrasi seorang welder atau juru las melakukan pengelasan. F.Instagram@blk_karangasem

medianesia.id, Batam – Anggota Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Provinsi Kepri, Hengky Suryawan mengatakan, Kota Batam membutuhkan 20 ribu tenaga kerja terampil. 

“Saat ini, Kota Batam membutuhkan 20 ribu juru las atau welder untuk pembuatan kapal di galangan yang ada di Batam,” ujar Hengky Suryawan, Senin (10/7/2023)

Pemilik galangan kapal, PT Bahtera Bahari Shipyard (BBS) Hengky Suryawan mengatakan, salah satu persuhaan besar di Batam yang membutuhkan banyak tenaga kerja welder adalah PT. MacDermott. 

Baca Juga : Tuntaskan Persoalan Air, BP Batam Gesa Pembangunan IPAL

“Para pengusaha galangan kapal sudah berkoordinasi dengan Pemprov Kepri dan Dinas Tenaga Kerja. Kebutuhan ini, menggambarkan lapangan kerja di Batam sedang terbuka lebar,” jelasnya. 

Masih kata Hengky, Pemprov Kepri sudah cukup banyak menggelar pelatihan las bagi calon pekerja untuk memenuhi kebutuhan industri galangan kapal, khususnya di Batam. 

Namun yang menjadi persoalan adalah, setelah selesai ikut pelatihan mereka cenderung lebih banyak pergi ke luar daerah dan sebagian memulai usaha las sendiri.

Baca Juga : Komisi III Dorong Akses Jalan Menuju Destinasi Wisata Segera Dibenahi

“Khususnya PT BBS sendiri, kami saat ini telah mempekerjakan sekitar 1.500 orang dengan keterampilan welder, forklift, teknisi crane hingga helper,” jelasnya. 

la menyebut mayoritas pekerja di perusahaannya ialah warga lokal yang tinggal di kawasan Punggur, Batam.Pihaknya ikut memberikan pelatihan mengelas bagi calon pekerja yang memang belum mengikuti pelatihan atau memiliki sertifikasi las.

“Kami juga tengah mencari tenaga kerja las dari luar daerah Batam. Silakan masukkan lamaran ke PT BBS,” sebut Hengky.

Baca Juga : Diwarnai Aksi Mogok Kerja, Ini Progres Terbaru Revitalisasi Masjid Agung Batam

Lebih lanjut Hengky menyampaikan PT BBS sendiri dalam setahun mampu memproduksi 60-70 kapal pesanan dari seluruh wilayah Indonesia. 

Kapal yang diproduksi rata-rata untuk kebutuhan angkutan tambang dan mineral, seperti tug boat maupun tongkang.

“Harga kapal berkisar Rp30 miliar per unit. Dalam setahun kita (T BBS), bisa menyumbang pajak sekitar Rp100 miliar,” tutup Hengky Suryawan. 

Penulis : Ags

Editor : Ags

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *