Tips Aman dari Covid-19 saat Berolahraga di ruang publik ala Dokter Raisa

Medianesia.id, Kesehatan – Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang tersedia saat berolahraga di ruang publik.

Hal tersebut diungkapkan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro.

Memperhatikan protokol kesehatan penting dilakukan agar selalu aman dari potensi penyebaran Covid-19.

“Pertama, seluruh pengunjung wajib mengisi self assessment risiko COVID-19. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan identitas pengunjung jika suatu saat diperlukan untuk tracing,” ujar Reisa dalam video conference di Media Center Gugus Tugas Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Selanjutnya, para pengunjung akan diperiksa suhu tubuhnya dengan menggunakan thermogun. Suhu yang diperbolehkan untuk masuk adalah suhu di bawah 37,3 derajat celcius.

Baca Juga  Kapolres Bintan: Vaksinasi Covid-19 Aman dan Halal, Jangan Takut untuk Divaksin

Seluruh pengunjung juga diwajibkan untuk mencuci tangan di tempat yang telah disediakan. Oleh karena itu, pengelola wajib menyediakan fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menyediakan hand sanitizer di tempat-tempat strategis.

Dokter Reisa juga menjelaskan bagaimana masyarakat dapat berolahraga secara aman dengan menerapkan prinsip social distancing.

“Pertama, lakukan gerakan olahraga tanpa berpindah tempat atau dilakukan dengan posisi sejajar minimal dua meter dengan orang lain,” ujarnya.

Jarak yang harus diperhatikan oleh masyarakat yang berolahraga dengan berjalan kaki juga dibedakan dengan masyarakat yang berolahraga dengan berlari atau jogging.

Saat berjalan kaki atau berjalan cepat pastikan berjarak kurang lebih lima meter dari orang di depannya.

Baca Juga  5 Cemilan yang Baik Dimakan Usai Olahraga Menurut Ahli Gizi

“Ketiga, Jika berlari atau jogging pastikan berjarak kurang lebih sepuluh meter dari orang di depannya. Hal ini dapat lebih mudah diterapkan apabila pengelola menerapkan alur jalan yang hanya bersifat satu arah,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang menggunakan sepeda, Dokter Reisa berpesan untuk menjaga jarak kurang lebih dua puluh meter dari orang disekitarnya.

penggunaan masker, Dokter Reisa memastikan bahwa aktivitas olahraga masyarakat tidak akan terganggu.

“Masker harus digunakan setiap waktu termasuk pada saat berolahraga, karena olahraga yang disarankan pada saat pandemi adalah olahraga dengan intensitas yang ringan hingga sedang. Maka, akan masih aman menggunakan masker meskipun kita sedang berolahraga,” ujarnya.(*/genpi)