Dugaan Titipan Atlet Warnai Seleksi Popda Kepri 2026

seleksi popda kepri
Ilustrasi. Kejuaraan Tingkat Kota (Kejurkot) Cabang Olahraga Atletik Antar Pelajar se-Kota Tanjungpinang, yang digelar oleh Pengkot PASI Tanjungpinang, di Stadion Gelora Sri Tri Buana Dompak, Tanjungpinang pada 2025 lalu. Foto: Prokompim Tanjungpinang

Medianesia, Tanjungpinang – Proses seleksi cabang olahraga atletik untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah Kepri 2026 menuai protes dari sejumlah orang tua atlet.

Mereka menduga terdapat praktik tidak transparan hingga indikasi kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam penentuan atlet yang dinyatakan lolos.

Baca juga: PASI Tanjungpinang Akui Rekrut Atlet Popda di Luar Seleksi Terbuka

Seorang orang tua atlet yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku keberatan setelah mengetahui ada atlet yang disebut masuk setelah pendaftaran ditutup pada 8 April lalu.

“Tapi kami tidak mendapatkan jawaban. Anak itu masuk tanpa mendaftar dan seleksi. Bahkan dinyatakan lolos,” kata orang tua atlet, Jumat, 1 Mei 2026.

Menurut dia, pihak panitia seleksi cabang olahraga atletik juga dinilai tidak terbuka terkait standar capaian yang harus dipenuhi peserta selama seleksi berlangsung.

Baca juga: 96 Medali, DKI Jakarta Jadi Penguasa Kejurnas Akuatik 2026

Ia mencontohkan nomor lempar lembing yang disebut harus mencapai jarak 30 meter untuk dapat dinyatakan lolos. Namun, informasi tersebut disebut tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada seluruh peserta.

“Tapi sosialisasi ini tidak ada. Tiba-tiba ada anak yang masuk tanpa daftar dan dianggap mencapai target itu,” ungkapnya.

Ia menilai proses seleksi yang tidak transparan dapat melukai mental para atlet muda yang telah berlatih dan mengikuti tahapan seleksi secara resmi.

Baca juga: Espanyol vs Real Madrid, Laga Penentuan Gelar, Madrid Wajib Menang

Selain itu, ia juga menyampaikan keberatan kepada Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Tanjungpinang yang dinilai lebih berorientasi pada target medali dibanding pembinaan atlet muda daerah.

“Jika anak ini saat latihan atau seleksi belum menyentuh target capaian, seharusnya dibina, dilatih. Bukan mengambil atlet yang tidak terdaftar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tanjungpinang, Ade Noverwin, membantah tudingan adanya atlet yang lolos tanpa melalui proses pendaftaran dan seleksi.

Baca juga: Barcelona Selangkah Lagi Juara La Liga, Tunggu Madrid Tergelincir untuk Kunci Gelar

“Semua atlet yang masuk tetap melewati seleksi,” ujarnya singkat.(Mhd)

Editor: Brp

Pos terkait