Medianesia.id, Batam – Viral di media sosial, tradisi unik “Menyapu Koin” di Jembatan Sewo, Indramayu, menarik perhatian banyak orang. Di balik tradisi ini, terdapat mitos dan asal usul yang menarik untuk ditelusuri.
Legenda Saedah dan Saeni, dua kakak beradik yang menjelma menjadi buaya di Sungai Sewo, telah beredar sejak zaman Belanda. Konon, mereka melemparkan uang koin ke jembatan sebagai bentuk penebusan dosa.
Mitos ini melahirkan tradisi “Tawur Duit” di mana para pengendara melemparkan uang koin ke jembatan untuk menghindari hal buruk.
Tradisi ini pun dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan “Menyapu Koin”.
Tradisi “Menyapu Koin” sudah ada sejak Jembatan Sewo masih terbuat dari kayu dan dilalui oleh kereta kencana.
Awalnya, tradisi ini dilakukan dengan tangan kosong, namun seiring waktu, para “penyapu koin” menggunakan alat seperti sapu untuk memudahkan pekerjaan mereka.
Meskipun tradisi ini berawal dari mitos, mayoritas “penyapu koin” saat ini adalah masyarakat miskin yang memiliki keterbatasan akses pendidikan, keterampilan, dan lapangan pekerjaan.
Tradisi ini menjadi peluang ekonomi bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan.
Tradisi “Menyapu Koin” di Jembatan Sewo merupakan perpaduan unik antara mitos, budaya, dan realitas sosial.
Tradisi ini memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat miskin, namun perlu diperhatikan agar tidak membahayakan keselamatan mereka dan pengguna jalan.(*/Brp)
Editor: Brp





