Dengan capaian yang ada saat ini, baru sekitar 0,7 persen UMKM se-Kepri saja yang memanfaatkan program tersebut.
Untuk itu, Gubernur mengajak para pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan usahanya lebih baik.
“Bagi masyarakat yang ingin info lebih lanjut jangan sungkan bertanya ke Cabang BRKS terdekat atau Dinas Koperasi UMKM, baik kabupaten/kota, maupun provinsi, agar pemanfaatan program ini maksimal,” sebutnya.
Namun demikian, melihat antusias masyarakat yang memanfaatkan program ini, maka Pemprov Kepri berencana akan melanjutkan program pinjaman lunak ini pada 2024 mendatang.
Bahkan, nilai plafond maksimal pinjaman juga akan ditambah. Jika sebelumnya plafond pinjaman hanya maksimal Rp 20 juta, maka tahun depan akan ditingkatkan hingga Rp40 juta.
“Ini merupakan hasil evaluasi berdasarkan masukan dari pelaku UMKM. Mereka membutuhkan bantuan modal yang lebih besar sebab di angka sebelumnya terasa kurang maksimal. Sementara tawaran dari Bank-Bank lain Plafond pinjamannya bisa lebih tinggi meski dengan bunga,” imbuh Ansar. (Ism)
Editor : Brp





