Medianesia, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad memaparkan realisasi investasi melampaui target yang ditetapkan. Dari target sebesar Rp60 triliun, capaian investasi mencapai Rp69,3 triliun.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri kegiatan Halalbihalal tingkat Kecamatan Sagulung yang berlangsung di Aula Masjid Al Amin, Tembesi, Kamis (2/4/2026) malam.
Baca juga: Pemko Batam Evaluasi Pendapatan Daerah, Target 2027 Capai Rp5,2 Triliun
Selain investasi, beberapa capaian yang dicatat antara lain peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.
Amsakar memaparkan pertumbuhan ekonomi Kota Batam meningkat dari 6,69 persen menjadi 6,76 persen.
Sementara itu, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.
Baca juga: Belanja Pegawai Pemprov Kepri 2026 Capai 40 Persen
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turut mengalami peningkatan dari 83,3 menjadi 83,8.
“IPM mencerminkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan tingkat kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Amsakar, arah pembangunan daerah dapat diukur melalui sejumlah indikator utama seperti pertumbuhan ekonomi, investasi, IPM, angka kemiskinan, tingkat pengangguran, serta pendapatan per kapita.
Baca juga: Pemko Batam Gandeng Swasta, Pasar Induk Jodoh Segera Dibangun
“Indikator-indikator ini menjadi tolok ukur dalam menilai keberhasilan pembangunan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Halalbihalal sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan persatuan.
“Mari kita perkuat kebersamaan, hilangkan sekat perbedaan, dan bersama-sama membangun Batam yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
Baca juga: Investasi Rp82 Triliun Masuk Batam, Industri Semikonduktor Dibangun di Galang
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar turut menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada masyarakat pasca-Idulfitri.
“Atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Kota Batam, dan BP Batam, saya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Halalbihalal juga menjadi momentum refleksi terhadap perjalanan kepemimpinan yang telah dijalankan.
Baca juga: Perputaran Uang MBG di Tanjungpinang Capai Rp800 Juta Sehari
“Saya menyadari masih ada ekspektasi masyarakat yang belum dapat kami penuhi secara maksimal,” katanya.
Amsakar juga menggambarkan peran pemimpin sebagai sosok yang harus memberi manfaat bagi masyarakat luas.
“Pemimpin itu ke atas berpucuk, ke bawah mengakar. Seperti pohon, rimbun daunnya menjadi tempat berteduh, dahannya tempat bergantung, dan batangnya tempat bersandar,” ujarnya.(*)
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi hingga Penurunan Kemiskinan, Ini Capaian Batam Versi Amsakar
Editor: Brp





