Medianesia.id, Solo – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Grebeg Sudiro 2024, sebuah tradisi akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang diselenggarakan di Kelurahan Sudiroprajan, Solo, Jawa Tengah.
Grebeg Sudiro, yang memasuki tahun ke-15 ini, menjadi salah satu dari 100 KEN. Event ini merupakan simbol akulturasi, pembauran, dan harmoni dalam kebhinekaan di kawasan heritage Pasar Gede dan Kampung Pecinan.
Sandiaga menyatakan bahwa iven ini menjadi contoh event yang berkualitas dan mampu mendatangkan dampak positif bagi masyarakat.
Iven ini juga menjadi simbol persatuan dalam kebhinekaan Indonesia, dengan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa yang memukau.
Dokumentasi digital dan konten yang menarik diharapkan dapat menjadikan iven ini sebagai contoh bagi iven lain di Indonesia.
Iven ini bertepatan dengan Imlek dan kampanye capres/cawapres di Solo. Hal ini menghasilkan peningkatan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi di kawasan tersebut.
Iven ini menggabungkan tradisi Jawa dan Tionghoa. ‘Grebeg’ merujuk pada perayaan syukur, sedangkan ‘Sudiro’ diambil dari nama Kampung Sudiroprajan.





