Medianesia.id, Tanjungpinang – Harga beras premium di Kota Tanjungpinang, khususnya yang didatangkan dari Kota Batam, mengalami kenaikan sejak akhir tahun 2025.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang menyebut kenaikan harga dipicu oleh menipisnya stok beras di Batam serta adanya pengetatan distribusi ke daerah lain.
Kabid Stabilisasi Harga Disperdagin Tanjungpinang, Riyanto, mengatakan sejumlah merek beras asal Batam seperti Gong-gong dan Anak Padang kini sulit ditemukan di pasaran.
Baca juga: Awal 2026, Harga Beras dan Gula di Tanjungpinang Naik
“Memang ada pengetatan pengiriman beras dari Batam. Akibatnya, stok yang masuk ke Tanjungpinang menjadi sedikit,” ujar Riyanto, Rabu, 7 Januari 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras merek Gong-gong mengalami kenaikan signifikan, dari sebelumnya Rp58 ribu per 5 kilogram menjadi Rp68 ribu per 5 kilogram.
Namun, beras tersebut tidak tersedia di seluruh kios beras di Tanjungpinang. Meski demikian, Riyanto memastikan stok beras merek lain masih aman.
Sejumlah beras premium seperti Ayam Merak, Gajah Merah, dan Padang Raya masih tersedia dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca juga: Distribusi Bapok Tersendat, Pemko Tanjungpinang Gandeng Polisi dan Bea Cukai
“Beras merek lain aman. Harganya masih di bawah HET, paling mahal sekitar Rp15.400 per kilogram,” jelasnya.
Ia menambahkan, beras tersebut dipasok langsung dari Lembang, Jawa Barat, sehingga distribusinya tidak bergantung pada Batam dan relatif lebih stabil.
Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengatur harga beras di luar merek Bulog.
“Kami tidak mengatur harga beras non-Bulog. Apalagi HET untuk beras medium dan premium sudah ditetapkan,” ujarnya.
Baca juga: Pasokan Terhambat, Distributor Ungkap Penyebab Harga Bahan Pokok Naik di Tanjungpinang
Arief menyampaikan, stok beras Bulog di Tanjungpinang saat ini mencapai 1.900 ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan. Selain itu, 2.000 ton beras tambahan akan masuk secara bertahap.
“Untuk harga Bulog masih stabil. Beras premium Rp15.400 per kilogram dan beras SPHP Rp13.100 per kilogram,” pungkasnya.
Sementara itu, pantauan di sejumlah agen dan kios menunjukkan harga beras asal Batam mengalami kenaikan. Beras merek Gong-gong naik dari Rp295 ribu menjadi Rp325 ribu per karung 25 kilogram.
Beras merek Ladang Pade naik dari Rp355 ribu menjadi Rp375 ribu per 25 kilogram, sedangkan Putri Padang naik dari Rp300 ribu menjadi Rp335 ribu per 25 kilogram.(Mhd)
Editor: Brp





