Medianesia.id, Tanjungpinang – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, ia terus berkomitmen untuk menerangi seluruh pulau berpenghuni di Provinsi Kepri lewat program Kepri Terang.
“Komitmen kami jelas, bagaimana seluruh pulau berpenghuni di Provinsi Kepri merasakan adanya energi listrik,” ujar Gubernur Kepri, Kamis (2/11/2023) kemarin.
Baca juga: PLN Batam Dinilai Tak Adil Lakukan Pemadaman Listrik untuk Bintan
Atas dasar ini, pihaknya melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahan dengan PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepri.
“Kolaborasi ini sebagai wujud pelaksanaan program Kepri Terang yang kita gesa tiap tahunnya” jelasnya.
Masih kata Gubernur, target rasio elektrifikasi (RE) Provinsi Kepri tahun ini adalah 95 persen. Sampai sejauh ini, baru Tanjungpinang, Bintan, dan Natuna yang wilayah berpenghuni sudah energize listrik 100 persen.
Baca juga: Pemadaman Listrik di Batam Teratasi, PLN Batam Mohon Maaf Atas Ketidaknyamanan
“Di Provinsi Kepri masih ada sekitar 83 pulau berpenghuni yang belum tersentuh listrik. Ini menjadi sasaran kerja dalam program Kepri Terang,” jelasnya lebih lanjut.
Menurutnya, pada tahun ini, sebanyak 30 pulau berpenghuni akan tersentuh dengan listrik. Adapun target Pemprov Kepri bersama PLN, sebanyak 30 pulau berpenghuni menyala pada tahun 2023 ini.
“Sisanya, akan digesa di tahun depan. Karena memang untuk merangkait Kepri dengan listrik membutuhkan biaya yang cukup besar,” tutup Gubernur.
Baca juga: PLN Berencana Bangun Pembangkit Cadangan di Pulau Bintan
Seperti diketahui, salah satu program listrik yang digunakan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pada tahun ini ada 6 pulau yang menyala dengan PLTS.
Adapun 6 pulau yang pembangunan PLTS terpusatnya direalisasikan di antaranya Pulau Panjang, Pulau Akar dan Pulau Geranting di Kota Batam, Pulau Jaga di Kabupaten Karimun, serta Pulau Sebong dan Pulau Nuja di Kabupaten Lingga.(*)
Editor : Ags





