7 Kesalahan yang Sering Dilakukan YouTuber Pemula

Medianesia.id – Sudah sering dengar tentang Youtuber? Youtuber merupakan istilah untuk para kreator video yang nantinya video tersebut di upload ke YouTube.

Namun untuk menjadi YouTuber sukses tidak semudah seperti halnya membalikan telapak tangan. Perlu kerja keras dan cerdas unutk melalui jalan yang panjang agar bisa sukses.

Biar Channel YouTube kamu nggak mati dtitengah jalan simak penjelasan ini.

7 kesalahan yang sering dilakukan YouTuber pemula

1. Membeli Penonton Palsu

Sumber: upformusic.com

Saat hendak membuat channel YouTube, mungkin kamu mendengar desas desus tentang jual beli views pasu buat nge-boost videomu. Tapi hati-hati, membeli viewers palsu sebenarnya sama sekali nggak bermanfaat. Itu hanya akan meningkatkan popularitasmu untuk sementara waktu, dan nggak berpengaruh apa-apa bagi kelangsungan channel-mu ke depannya.

Baca Juga  Covid-19 Masih 'Mengganas'. Hari Ini 11.788 Orang di Indonesia Terkonfirmasi Positif

2. Nggak Membangun Eksistensi di Media Sosial

Sumber: medium.com

Sebagai YouTuber baru, mungkin kamu berasumsi bisa mempromosikan saluran melalui YouTube saja, tapi itu adalah kesalahan besar. Sebisa mungkin promosikan saluranmu di media sosial, sebab dengan begitu video yang kamu buat bakal lebih mudah menyebar, apalagi jika dikemas dengan gaya kreatif.

3. Nggak Menghubungkan Kanal YouTube dengan Akun Media Sosial

Sumber: lyketil.com

Setelah mempromosikan saluran di media sosial, jangan lupa tautkan halaman dan profil media sosialmu di saluran YouTube. Kamu bisa menautkannya di tab “Tentang” atau di dalam deskripsi video. Bahkan kamu pun bisa memasukkan tautan di anotasi yang muncul di bagian akhir video misalnya. Ajak juga pemirsa untuk follow akun sosmed kamu.

Baca Juga  Stranas PK Diyakini Cegah Korupsi di Indonesia

Menautkan ke akun media sosial berguna meningkatkan peluang pemirsa agar terhubung langsung denganmu.  Sangat penting untuk kesuksesan jangka panjang.

4. Nggak Konsisten Berkarya

Sumber: cnbc.com

Kesalahan selanjutnya yang mesti kamu hindari adalah ketidakkonsistenan dalam berkarya. Semua YouTuber sukses menjalankan saluran mereka pada jadwal pengunggahan yang diterbitkan secara konsisten, dan mereka pun terlibat secara konsisten di media sosial. Semakin konsisten kamu sedari awal, hasilnya akan semakin bagus. Ingat, penonton sangat menyukai konsistensi.