Strategi Batam Hadapi SEZ Johor-Singapura, Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci

Strategi Batam Hadapi SEZ Johor-Singapura, Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci
Jembatan Barelang Batam. Kota industri ini menghadapi tantangan baru dari kawasan ekonomi khusus (SEZ) Johor-Singapura yang hadir sebagai pesaing kuat dalam menarik investor. Foto: Dok Kemenpar.

Medianesia.id, Batam – Batam kini menghadapi tantangan baru dari kawasan ekonomi khusus (SEZ) Johor-Singapura yang hadir sebagai pesaing kuat dalam menarik investor.

Namun, Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad, menanggapi kehadiran SEZ ini dengan sikap positif, menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi untuk memperkuat daya saing Batam.

Amsakar menilai, meskipun persaingan dengan SEZ Johor-Singapura semakin sengit, Batam tidak seharusnya terpaku pada rivalitas semata.

Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana Batam terus memperbaiki diri dan meningkatkan daya tarik investasi.

“Keberadaan SEZ ini justru akan mendorong kita untuk memberikan yang terbaik. Hal ini akan memotivasi pelaku usaha di Batam untuk meningkatkan pelayanan dan memperkuat kemitraan dengan negara tetangga,” ujarnya baru-baru ini.

Menurut Amsakar, kebijakan yang diambil di Batam harus fokus pada penguatan sinergi antar pelaku usaha dan antar negara.

Ia percaya dengan memperkuat hubungan kerja sama, Batam, Singapura, dan Malaysia bisa menciptakan iklim usaha yang lebih solid.

“Kita harus saling mendukung untuk membangun kebijakan yang lebih sehat dan sinergi yang lebih kuat. Ini akan membuat Batam lebih kompetitif dalam skala regional,” tambahnya.

Dalam hal ini, Badan Pengusahaan (BP) Batam juga menyikapi persaingan dengan SEZ Johor-Singapura dengan serius.

BP Batam memandang persaingan ini sebagai peluang untuk menciptakan potensi ekonomi baru. Kepala Biro Humas BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa langkah-langkah strategis seperti penguatan infrastruktur, penyempurnaan kebijakan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan untuk meningkatkan daya saing KEK Batam.

“Peningkatan daya saing KEK akan dilakukan dengan mengedepankan sektor-sektor strategis, seperti teknologi, kesehatan, ekonomi kreatif, dan energi terbarukan. Selain itu, kami terus memperkenalkan Batam melalui promosi internasional untuk memperkuat citra Batam sebagai destinasi investasi unggul,” ungkap Ariastuty.

Namun, tantangan semakin nyata dengan munculnya insentif pajak yang ditawarkan oleh SEZ Johor-Singapura.

Malaysia dan Singapura telah menawarkan tarif pajak yang sangat menarik untuk menarik perusahaan besar, terutama di sektor teknologi dan manufaktur.

Dengan potensi yang besar, JS-SEZ diperkirakan dapat berkontribusi sebesar 117,1 miliar ringgit per tahun untuk perekonomian Malaysia pada 2030, serta menciptakan 20.000 lapangan pekerjaan terampil.

Sementara itu, Batam harus mempercepat perbaikan infrastruktur, kebijakan, dan sinergi untuk memastikan kawasan ini tetap menjadi pilihan utama bagi investor global.(*)

Editor: Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *