MEDIANESIA.ID, Karimun – Setelah menunggu hampir satu bulan lamanya, akhirnya proses perbaikan mesin Unit 2 pada PLTU Tanjung Sebatak, Karimun selesai dilakukan.
Kabar tersebut disampaikan Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanjung Balai Karimun, Hendrico.
Meski sudah diperbaiki, Hendrico menyebut, sementara ini PLTU Tanjung Sebatak belum bisa beroperasi optimal seperti sebelumnya. Sehingga pemadaman bergilir masih akan tetap diberlakukan.
“Proses perbaikan mesin Unit 2 PLTU Tanjung Sebatak sudah selesai dilakukan tapi belum bisa optimal seperti kondisi awal,” ujar Hendrico, Kamis (26/5/2022).
Ia mengatakan, untuk beroperasi secara maksimal, PLTU membutuhkan waktu lagi untuk melakukan perbaikan lanjutan dan harus memperpanjang waktu pemadaman.
“Saat ini mesin Unit 2 bisa suplay 4 MW dari biasa 6 MW, yang Unit 1 menurun dari 5,5 MW sekarang suplai 4,5 MW. Kalau kami harus lakukan shut down lagi, pemadaman akan terus terjadi sampai 2 kali sehari,” katanya.
Hendrico memohon maaf atas kondisi yang terjadi saat ini. Ia meminta masyarakat untuk lebih bersabar dan pihaknya akan ekerj maksimal agar masalah kelistrikan dapat kembali normal.
Untuk itu, Hendrico meminta kepada masyarakat untuk dapat mematikan satu atau dua lampu setiap rumahnya pada waktu beban puncak yaitu saat malam hari.
Ia juga menjelaskan, pihaknya tetap mengeluarkan jadwal pemadaman sebagai antisipasi karena saat ini kondisi kelistrikan masih devisit.
Namun demikian, realisasi jadwal tersebut tergantung dari kondisi beban pemakaian masyarakat dan kemampuan pembangkit.
“Sebagai contoh hari ini ada jadwal pemadaman dari pukul 08.00 Wib tadi pagi. Namun sampai saat ini, belum ada realisasi pemadaman sesuai jadwal, karena beban pemakaian rendah dan masih tercover dengan kemampuan pembangkit,” katanya.
“Cuaca juga sangat mempengaruhi pemakaian listrik masyarakat dan kemampuan pembangkit,” katanya.
4 Mesin Baru PLTD Tiba
Sementara untuk empat mesin relokasi yang akan menambah suplai kelistrikan di Karimun, saat ini telah tiba di Karimun dan dalam proses pembongkaran.
Kehadiran 4 mesin PLTD tersebut akan menambah pasokan daya listrik Karimun mencapai 3,6 Mega Watt (MW).
Proses pemasangan 4 mesin PLTD Bukit Carok milik ULP PLN Tanjung Balai Karimun itu ditargetkan tuntas pada 15 Juni mendatang.
“Untuk target dari Tanjungpinang 15 Juni. Akan tetapi, teman- teman di lapangan berusaha agar dapat beroperasi lebih ceoat,” katanya.
Hal itu dikarenakan Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanjungbalai Karimun imbau masyarakat untuk mematikan 1 atau 2 lampu setiap rumah pada waktu- waktu beban puncak.
Hal itu bertujuan untuk menghindari pemadaman listrik disebabkan tingginya beban puncak. (cr7)





