Medianesia.id, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan mengajukan pinjaman daerah senilai lebih dari Rp400 miliar kepada Bank Jabar Banten (BJB) untuk mendukung pembangunan di tujuh kabupaten/kota.
Saat ini, rencana pinjaman tersebut masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Keuangan sebelum direalisasikan.
“Sekarang masih proses di kementerian. Kita juga sudah berkoordinasi dan diminta melengkapi dokumen. Nilainya sekitar Rp400-an miliar,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Selasa, 13 Januari 2025.
Ansar menjelaskan, Pemprov Kepri sebelumnya berencana meminjam dana ke Bank Riau Kepri (BRK).
Baca juga: Cuaca Kepri 13 Januari 2026 Didominasi Berawan
Namun, rencana tersebut batal lantaran proses penyusunan dewan direksi BRK belum rampung. Selain itu, limit pinjaman BRK hanya sekitar Rp50 miliar, jauh di bawah kebutuhan Pemprov Kepri.
Karena itu, Pemprov Kepri memilih mengalihkan rencana pinjaman ke Bank BJB untuk membiayai sejumlah proyek strategis, seperti pembenahan RSUD Raja Ahmad Tabib, pembangunan Tugu Bahasa Pulau Penyengat, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.
“Kalau tidak meminjam, kita tidak ada kegiatan pembangunan,” tegas Ansar.
Sebelumnya, Pemprov Kepri juga sempat menjajaki opsi pinjaman ke beberapa pihak lain, di antaranya PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan BRK Syariah, sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Januari 2026, Galeri 24 dan UBS Naik
Ansar menegaskan, pinjaman tersebut tidak digunakan untuk belanja operasional, seperti pembayaran gaji maupun tunjangan pegawai, melainkan difokuskan sepenuhnya untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah pelayanan kesehatan.
Dengan penguatan fasilitas dan ketersediaan dokter spesialis, masyarakat Kepri diharapkan tidak lagi harus berobat ke luar daerah maupun ke luar negeri.
“Kalau fasilitas dan tenaga medis sudah lengkap, masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah atau ke Malaysia dengan biaya besar,” pungkasnya.(Mhd)
Editor: Brp





