Untuk memungut setoran itu, Syahrul diduga memerintahkan Kasdi dan Hatta.
Target pegawai Kementan yang diperas diduga beragam, mulai dari pejabat eselon I setingkat direktur jenderal, hingga para sekretaris pejabat di Kementan.
“Uang diduga diserahkan dalam bentuk tunai maupun transfer rekening bank, serta jasa,” kata Johanis.
Johanis juga mengatakan untuk memenuhi permintaan Syahrul, pejabat di Kementan diduga melakukan mark up dalam proyek-proyek yang ada di Kementan.
Selain itu, juga meminta para vendor yang mendapatkan proyek di Kementan untuk menyerahkan uang.
Jumlah uang yang disetor pun beragam, mulai dari US$ 4 ribu sampai 10 ribu.





